File audit software

Memastikan keamanan file dan memenuhi standar compliance memerlukan proses file auditing yang efektif. Organisasi perlu memantau siapa yang mengakses file, perubahan apa yang dilakukan, serta kapan aktivitas tersebut terjadi. Monitoring ini memberikan visibilitas dan insight yang dibutuhkan untuk mendeteksi insiden keamanan. ADAudit Plus menghadirkan solusi lebih lanjut dengan file auditing terpusat untuk Windows dan NAS serta analitik perilaku tingkat lanjut untuk mendeteksi ancaman keamanan file.

Unduh Uji Coba Gratis Uji coba penuh selama 30 hari

Dipercaya oleh organisasi global untuk mengelola lingkungan IT mereka

active-directory-auditing-companies

 
 
 

Amankan file dan folder Anda dengan file auditor dari ManageEngine

  • Audit Windows file
  • Audit NAS (Network Attached Storage)
  • Audit trail terperinci
  • Respons terhadap ransomware
  • Deteksi anomali akses
  • Laporan compliance

Software audit file windows secara real-time

  • Pantau perubahan file secara real-time, termasuk pembuatan, pembacaan, modifikasi, penghapusan, pemindahan, dan aktivitas copy-paste, dengan laporan detail yang menunjukkan siapa, kapan, dan dari mana perubahan dilakukan.
  • Audit tindakan rename dan move file dengan detail lokasi dan nama file sebelum dan sesudah perubahan.
  • Lacak perubahan pada permission file dengan informasi nilai permission sebelum dan sesudah perubahan, serta jenis akses yang diizinkan.
  • Tampilkan laporan built-in tentang upaya akses file dan folder yang gagal, guna mengidentifikasi masalah berulang atau potensi ancaman keamanan.
  • Buat custom alert atau gunakan profil alert bawaan untuk memberi notifikasi pada aktivitas penting, seperti perubahan oleh user tertentu atau perubahan di luar jam kerja.

Pelajari lebih lanjut tentang Audit File Windows 

Audit NAS multi-vendor dalam satu konsol

  • Dapatkan visibilitas terpadu terhadap aktivitas akses file di seluruh perangkat penyimpanan perusahaan.
  • Audit file secara komprehensif di lingkungan hybrid Anda: Windows, NetApp, EMC (VNX, VNXe, Celerra, Unity, Isilon), Synology, Huawei, Hitachi, QNAP, Amazon FSx, hingga Azure file storage.
  • Pertahankan konsistensi dalam penyampaian insight aktivitas file storage kepada stakeholder dengan laporan audit terintegrasi.
  • Berikan kapabilitas incident response kepada tim dengan alert email dan SMS instan.
  • Konsolidasikan informasi audit dalam satu database terpusat dengan kebijakan retensi log dan archiving yang lebih panjang dibandingkan vendor storage individual.

Peningkatan Visibilitas dan Akuntabilitas Perubahan

  • Simpan record aktivitas file jangka panjang untuk kebutuhan analisis riwayat, investigasi forensik, dan audit.
  • Gunakan riwayat log untuk merekonstruksi rangkaian peristiwa sebelum dan saat terjadinya breach, lalu terapkan respons insiden yang efektif.
  • Lacak aktivitas pengguna terhadap resource penting untuk meningkatkan akuntabilitas dan mencegah ancaman dari dalam.
  • Pastikan integritas data operasi keamanan dengan sumber informasi audit yang konsisten di seluruh environment hybrid Anda.
  • Pertahankan audit trail yang detail untuk memenuhi standar compliance berbagai regulasi.

Pelajari lebih lanjut tentang audit trail yang detail 

Mitigasi ransomware secara cepat

  • Buat alert berbasis threshold untuk mendeteksi lonjakan akses atau modifikasi file yang mencurigakan sebagai indikasi ransomware.
  • Jalankan otomatisasi respons (seperti isolasi user atau pemblokiran akses) saat mendeteksi aktivitas modifikasi file dalam jumlah banyak sekaligus.
  • Gunakan analitik perilaku (UBA) untuk mengidentifikasi pola akses file mencurigakan dan mendeteksi ransomware lebih awal.
  • Identifikasi file atau folder yang kemungkinan dimodifikasi ransomware untuk memprioritaskan recovery.
  • Sederhanakan respons insiden dengan otomatisasi pembuatan ticket di platform ITSM Anda saat aktivitas terkait ransomware terdeteksi.

Insight aktivitas berbasis UBA

  • Bangun baseline perilaku akses file normal berdasarkan user, frekuensi akses, dan file yang diakses. Baseline ini dapat digunakan sebagai titik acuan untuk mengetahui perilaku yang dianggap biasa dalam organisasi.
  • Sesuaikan profiling perilaku user secara dinamis dengan engine UBA ADAudit Plus. Seiring perkembangan aktivitas user, sistem akan menyesuaikan profil perilaku untuk mencerminkan perubahan tersebut. Hal ini memastikan sistem deteksi anomali tetap efektif dari waktu ke waktu.
  • Gunakan machine learning dan algoritma statistik untuk membuat behavioral profile setiap user, termasuk parameter waktu dan jumlah akses.
  • Monitor dan deteksi deviasi perilaku akses file terhadap baseline, seperti akses di luar jam kerja atau akses ke file yang tidak diotorisasi.

Pelajari lebih lanjut tentang deteksi anomali 

Compliance Audit yang Terstruktur

  • Gunakan laporan file audit yang sudah dirancang khusus untuk berbagai regulasi guna mempermudah audit compliance dan menghindari denda akibat tidak patuh.
  • Otomatisasi pembuatan laporan audit file secara berkala serta jadwalkan distribusi laporan ke stakeholder dan auditor.
  • Buat laporan custom yang disesuaikan dengan framework regulasi industri Anda dengan library ADAudit Plus yang memiliki banyak laporan bawaan dan laporan custom.
  • Beri notifikasi pada tim keamanan dan compliance officer secara real-time saat aktivitas berisiko terdeteksi melalui email atau SMS.
  • Akses historical audit data kapan pun diperlukan untuk mendukung proses audit atau inspeksi regulasi.

Pelajari lebih lanjut tentang pelaporan compliance 

Auditor file untuk Windows dan NAS

  • Audit file server Windows
  • Melakukan Audit File Hybrid
  • Merampingkan laporan compliance
  • Memicu peringatan instan
  • Respon insiden dengan cepat
  • Mendeteksi ancaman dengan UBA

1

 
File change auditing

Lacak semua perubahan file dan folder secara real-time dengan laporan yang terperinci.

2

 
Failed file access attempt monitoring

Pantau dan deteksi percobaan akses file yang gagal untuk membaca, menulis, atau menghapus file penting.

Audit Windows file servers

File change auditing: Lacak semua perubahan file dan folder secara real-time dengan laporan yang terperinci. 
Failed file access attempt monitoring: Pantau dan deteksi percobaan akses file yang gagal untuk membaca, menulis, atau menghapus file penting.

1

 
Gambaran umum

Dapatkan gambaran menyeluruh tentang perubahan file pada domain Anda di seluruh lingkungan penyimpanan hybrid.

2

 
NAS File Auditing

Audit perubahan tidak hanya pada server file Windows dan failover cluster, tetapi juga pada perangkat NAS seperti NetApp, EMC, Synology, Huawei, Hitachi, QNAP, dan sistem Amazon FSx.

 Lakukan audit file hybrid

Gambaran umum: Dapatkan gambaran menyeluruh tentang perubahan file pada domain Anda di seluruh lingkungan penyimpanan hybrid. 
NAS file auditing: Audit perubahan tidak hanya pada server file Windows dan failover cluster, tetapi juga pada perangkat NAS seperti NetApp, EMC, Synology, Huawei, Hitachi, QNAP, dan sistem Amazon FSx.

1

 
Laporan compliance bawaan

Laporkan perubahan file dan folder untuk mematuhi regulasi seperti SOX, HIPAA, PCI DSS, GLBA, FISMA, GDPR, dan ISO/IEC 27001.

Sederhanakan laporan compliance

Laporan compliance bawaan: Laporkan perubahan file dan folder untuk mematuhi regulasi seperti SOX, HIPAA, PCI DSS, GLBA, FISMA, GDPR, dan ISO/IEC 27001.

1

 
Notifikasi email dan SMS

Kirim pemberitahuan instan kepada personel keamanan atau administrator yang ditunjuk saat peristiwa penting pada file atau folder terdeteksi.

2

 
Threshold-Based Alert

Buat alert berbasis threshold untuk mendeteksi tindakan kritikal seperti penghapusan file dalam jumlah besar, yang merupakan aktivitas tidak normal dan perlu segera ditindaklanjuti.

Trigger instant alerts

Notifikasi melalui email dan SMS: SKirim notifikasi instan ke admin atau tim keamanan ketika terdeteksi aktivitas kritikal pada file atau folder.
Threshold-based alerts: CBuat alert khusus berdasarkan ambang batas tertentu untuk mendeteksi tindakan seperti penghapusan file massal atau perubahan yang tidak biasa, sehingga dapat segera dilakukan investigasi lebih lanjut.

1

 
Respons Insiden Otomatis

Mitigasi serangan dengan cepat menggunakan respons pemberitahuan yang telah ditentukan sebelumnya, seperti memisahkan server dan menghentikan sesi pengguna.

2

 
Administrasi Dokumentasi

Integrasikan dengan platform manajemen layanan populer untuk memastikan bahwa insiden keamanan didokumentasikan, ditugaskan, dan dilacak hingga resolusi.

Respons Insiden dengan Cepat

Respons Insiden Otomatis: Mitigasi serangan dengan cepat menggunakan respons pemberitahuan yang telah ditentukan sebelumnya, seperti memisahkan server dan menghentikan sesi pengguna. 
Administrasi Dokumentasi: Integrasikan dengan platform manajemen layanan populer untuk memastikan bahwa insiden keamanan didokumentasikan, ditugaskan, dan dilacak hingga resolusi.

1

 
Dynamic Baselining

Identifikasi dengan mudah baseline dinamis untuk aktivitas normal di file dan folder menggunakan UBA ADAudit Plus.

2

 
Deteksi Anomali Aktivitas File

Deteksi deviasi dari baseline aktivitas file normal, seperti lonjakan dalam modifikasi file atau tindakan file pada waktu yang tidak biasa.

 Deteksi Ancaman dengan UBA

Dynamic baselining: Identifikasi dengan mudah baseline dinamis untuk aktivitas normal di file dan folder menggunakan UBA ADAudit Plus. 
Deteksi Anomali Aktivitas File: Deteksi deviasi dari baseline aktivitas file normal, seperti lonjakan dalam modifikasi file atau tindakan file pada waktu yang tidak biasa.

Temukan paket yang paling sesuai untuk kebutuhan bisnis Anda

Harga tahunan mulai dari

$595

Untuk membantu evaluasi Anda, kami menawarkan:
  • 30 hari uji coba dengan fungsi maksimal
  • Tanpa batasan pengguna
  • Dukungan teknis 24*5 gratis

Terima kasih

Terima kasih atas ketertarikan Anda terhadap ManageEngine ADAudit Plus. Kami telah menerima permintaan penawaran harga Anda dan akan segera menghubungi Anda.

  • Jumlah Domain Controller *

     
  •  
  • Add-ons

    File server Windows
     
    Track akses file yang berhasil dan gagal, perubahan kepemilikan, perubahan izin, dan lainnya di server file Windows dan failover clusters.
    Storage NAS
     
    Audit perangkat NAS:
    • NetApp
    • EMC
    • Synology
    • Hitachi
    • Huawei
    • Amazon FSx untuk file server Windows
    • QNAP
    • File share Azure
    Windows Servers
     
    Audit Windows servers:
    • Local logon/logoff
    • File integrity
    • Printers
    • RADIUS/NPS
    • AD FS
    • LAPS
    • AD LDS
    Workstations
     
    Audit Workstations:
    • Jam kerja karyawan
    • Logon/logoff lokal
    • Manajemen akun lokal
    • Startup/Shutdown
    • Integritas file
    • Event system
    • Removable storage (USB)
    • Logon/logoff Mac
    Tenant Azure AD
     
    Audit Azure:
    • Hybrid AD
    • Aktivitas sgn-in
    • Penggunaan MFA
    • Penggunaan aplikasi
    • Perubahan peran dan grup
    • Perubahan perangkat
    • Perubahan aplikasi
    • Perubahan lisensi
    AD Backup and Recovery
     
    Add-on AD Backup and Recovery berbasis lisensi sesuai jumlah objek pengguna AD yang aktif. Tidak ada batasan jumlah grup, komputer, OU, atau objek AD lain yang bisa dicadangkan dengan add-on ini. Pelajari selengkapnya
  • Dengan klik 'Dapatkan penawaran harga', Anda setuju atas pengolahan data pribadi sesuai kebijakan privasi.

Pastikan keamanan AD dan capai compliance

  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

FAQ terkait AD file auditor

  • Mengapa file server auditing penting dilakukan?

  • Bagaimana cara mengaktifkan file server auditing?

  • Apa saja praktik terbaik untuk menjaga keamanan file server?

  • Apakah tool auditing bawaan file server memiliki keterbatasan?

  • Apa saja fitur penting dalam solusi file auditing?

Mengapa file server auditing penting dilakukan?

File server auditing berperan besar dalam menjaga keamanan data dan memastikan compliance perusahaan Anda. 

  • Monitoring akses, perubahan, dan penghapusan file untuk mencegah data loss atau corruption.
  • Mendeteksi aktivitas mencurigakan sebelum berkembang menjadi ancaman yang lebih serius.
  • Melakukan investigasi pada insiden keamanan dengan memanfaatkan audit trail sebagai bahan analisis forensik.
  • Memenuhi standar kepatuhan industri seperti HIPAA, PCI DSS, dan regulasi lainnya melalui proses logging dan reporting.

Bagaimana cara mengaktifkan file server auditing?

Sebagian besar file server sudah dilengkapi dengan kebijakan audit bawaan yang memungkinkan administrator menentukan aktivitas mana saja yang perlu dicatat seperti file read, write, atau delete. Setelah kebijakan audit diatur, sistem akan otomatis merekam setiap aktivitas tersebut, yang kemudian bisa dipusatkan untuk monitoring.

Sebagai contoh, pada Windows File Server, administrator perlu mengonfigurasi serangkaian advanced audit policies di dalam Group Policy Object (GPO). GPO ini kemudian diterapkan pada seluruh file server yang membutuhkan proses audit. Selain itu, object-level auditing settings atau System Access Control Lists (SACLs) juga harus diaktifkan pada setiap file yang ingin diaudit. Hasil log dari aktivitas ini bisa diakses melalui Windows Event Viewer, dan dikonsolidasikan menggunakan Windows Event Forwarding (WEF) agar proses monitoring lebih efisien dan terpusat.

Apa saja praktik terbaik untuk menjaga keamanan file server?

Guna memperkuat keamanan file server, organisasi sebaiknya menerapkan beberapa praktik terbaik berikut ini:

  • Terapkan prinsip least privilege (PoLP): Batasi akses hanya untuk pengguna yang benar-benar membutuhkan, guna meminimalkan risiko insider threat dan perubahan tidak sah pada file penting.
  • Perbarui sistem operasi dan aplikasi secara berkala: Lakukan patching segera setelah pembaruan keamanan tersedia untuk menutup potensi celah yang bisa dieksploitasi.
  • Enkripsi data saat disimpan maupun dikirim: Lindungi data sensitif dari akses tidak sah dan pastikan kepatuhan terhadap kebijakan keamanan data.
  • Aktifkan deteksi malware secara real-time: Identifikasi ancaman seperti ransomware sejak dini untuk mencegah dampak yang lebih besar.
  • Lakukan file auditing secara berkelanjutan: Pastikan visibilitas penuh terhadap aktivitas akses dan perubahan file untuk mendeteksi potensi ancaman dan memenuhi kebutuhan compliance.

Apakah tool auditing bawaan file server memiliki keterbatasan?

Meskipun tool auditing bawaan file server sudah menyediakan kemampuan dasar untuk monitoring, ada beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan:

  • Kesulitan dalam penggabungan log: Tool bawaan umumnya menyimpan log secara lokal, sehingga perlu konfigurasi tambahan untuk mengonsolidasikan log dari beberapa server.
  • Interpretasi log yang kompleks: Log biasanya dalam format mentah, sehingga sulit untuk mendapatkan insight yang bermakna tanpa proses parsing tambahan. Selain itu, log dicatat secara terpisah tanpa korelasi antara pengguna, file, atau aktivitas.
  • Deteksi aktivitas penting yang terbatas: Sebagian besar sistem belum memiliki kemampuan advanced filtering untuk menghilangkan log noise, sehingga menyulitkan fokus pada insiden keamanan yang kritikal.
  • Keterbatasan dalam pelaporan compliance: Walaupun log membantu dalam audit, biasanya tidak terhubung langsung dengan persyaratan regulasi tertentu, sehingga pembuatan laporan menjadi lebih sulit.
  • Retensi log jangka pendek: Banyak file server tidak memiliki mekanisme bawaan untuk penyimpanan log jangka panjang.

Apa saja fitur penting dalam solusi file auditing?

Saat memilih solusi file auditing, pastikan tool tersebut memiliki fitur-fitur berikut untuk membantu tim IT menjaga keamanan dan visibilitas data:

  • Dukungan multi-platform: Bisa digunakan di lingkungan on-premises maupun cloud.
  • Pemantauan aktivitas file secara menyeluruh: Melacak semua tindakan seperti read, create, modify, delete, rename, dan move.
  • Deteksi upaya akses yang gagal: Memberikan peringatan saat ada pengguna yang gagal mengakses, mengubah, atau menghapus file.
  • Pemantauan perubahan izin dan kepemilikan file: Memastikan kontrol akses tetap sesuai kebijakan keamanan.
  • Deteksi real-time untuk aktivitas kritis: Memberi tahu tim keamanan segera saat ada aktivitas mencurigakan.
  • User Behavior Analytics (UBA): Menganalisis pola akses file dan mendeteksi perilaku yang tidak biasa.
  • Pembuatan laporan otomatis: Mempermudah audit dan memenuhi kebutuhan compliance tanpa proses manual.
  • Penyaringan log yang tidak relevan: Menyaring data berdasarkan file path, tipe file, atau nama pengguna agar analisis lebih efisien.

Dengan fitur-fitur ini, organisasi dapat meningkatkan keamanan, memperkuat kepatuhan, dan mendapatkan visibilitas penuh terhadap aktivitas file. Solusi seperti ManageEngine ADAudit Plus membantu Anda mencapai semua itu dengan antarmuka yang mudah digunakan dan pemantauan real-time yang andal.s.

Review Pelanggan

Explore ADAudit Plus

Tinjau datasheet untuk mempelajari bagaimana ADAudit Plus membantu mengaudit perubahan AD, mengurangi ancaman keamanan, mendemonstrasikan kepatuhan, dan banyak lagi.

Akses datasheet 

ADAudit Plus menawarkan lebih dari sekadar pengauditan file

 

Audit AD

Akses laporan mendalam yang melacak setiap perubahan yang dilakukan pada objek AD Anda, termasuk pengguna, komputer, grup, dan GPO.

 

Audit Azure AD

Monitor dan lacak semua proses masuk (sign-in) dan kejadian Azure Active Directory di seluruh cloud dan hybrin environtment.

 

Audit berkas perangkat NAS

Lacak perubahan berkas di seluruh server berkas Windows, NetApp, EMC, Synology, Hitachi, Huawei, Amazon FSx for Windows, QNAP, dan Azure.

 

Pencatatan waktu karyawan

Ukur produktivitas karyawan dengan menganalisis waktu masuk dan keluar kerja mereka, serta pertahankan daftar waktu (timesheet) yang akurat untuk menghitung jam kerja yang dapat ditagih.

 

Audit server Windows

Audit server Windows di lingkungan AD Anda dan laporkan logon dan logoff lokal, integritas berkas, penggunaan printer, status replikasi, dan lainnya.

 

Audit workstation Windows

Laporkan logon dan logoff lokal, pantau integritas berkas, lacak penggunaan USB, dan lainnya dengan mengaudit workstation AD Anda.

 
Dinilai terdepan oleh pelanggan dan pakar

Kami senang sekali diakui sebagai Pilihan Pelanggan Gartner Peer Insights untuk Security Incident & Event Management (SIEM) selama tiga tahun berturut-turut

  
  

4.3 / 5

  

4.3 / 5