Solusi Manajemen Bring Your Own Device (BYOD)

Manajemen perangkat pribadi yang disederhanakan untuk organisasi Anda

Mulai uji coba gratis 30 hari Anda

 

Manajemen Perangkat Seluler untuk

Mengapa organisasi memerlukan manajemen BYOD

Onboard

Berdayakan karyawan untuk mendaftarkan perangkat mereka sendiri.

Configure

Kelola perangkat dari jarak jauh hanya untuk kebutuhan pekerjaan tanpa mengganggu privasi pengguna.

 

Secure

Terapkan kebijakan proaktif dan reaktif untuk mengamankan data kerja.

Retire

Batasi akses data perusahaan pada perangkat yang tidak sah.

Fitur keamanan dan manajemen BYOD

Enrollment aman di berbagai OS

Izinkan karyawan memverifikasi identitas melalui autentikasi dua faktor saat mendaftarkan perangkat mereka.

Terapkan kebijakan seperti pada perangkat perusahaan

Gunakan profil kerja pada BYOD untuk mengelola dan melindungi aplikasi serta data kerja seperti pada perangkat perusahaan.

Distribusikan aplikasi dan konten dengan mudah

Deploy aplikasi kerja secara senyap dan sediakan akses aman ke sumber daya perusahaan melalui katalog terpadu.

Pisahkan data perusahaan dan data pribadi

Pisahkan dan enkripsi data kerja melalui profil kerja sehingga tidak perlu mengakses data pribadi pengguna.

Terapkan kebijakan data loss prevention

Tetapkan kebijakan password dan batasi aktivitas sharing melalui clipboard, screenshot, cloud backup, aplikasi yang tidak dikelola, USB, dan protokol jaringan nirkabel.

Dorong adopsi BYOD melalui conditional access dan zero trust

Audit dan cabut akses ke aplikasi bisnis pada perangkat yang tidak dikelola. Gunakan aturan conditional access untuk mendorong enrollment sukarela dengan memberikan akses tanpa hambatan kepada perangkat yang aman dan membatasi perangkat yang tidak patuh.

Terapkan kebijakan privasi BYOD

Terapkan kebijakan pengumpulan data dari pengguna dan komunikasikan kebijakan tersebut untuk mendukung kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

Enkripsi semua komunikasi terkait pekerjaan

Gunakan VPN khusus untuk aplikasi kerja guna mengamankan data kerja saat ditransmisikan tanpa mengganggu privasi pengguna.

Kelola perangkat BYOD yang hilang atau dicuri

Segera kunci perangkat yang hilang dan hapus hanya data perusahaan tanpa memengaruhi file pribadi pengguna. Deteksi secara otomatis perangkat yang di-jailbreak atau di-root dan cabut akses saat karyawan keluar.

Cara kerja manajemen BYOD ManageEngine

Otomatiskan enrollment

Izinkan karyawan mendaftarkan perangkat mereka sendiri melalui autentikasi OTP dan kredensial direktori, atau menggunakan Managed Apple ID untuk menetapkan identitas. Kelompokkan perangkat pribadi berdasarkan jenis perangkat, kelompok pengguna, dan metode enrollment untuk menerapkan pengaturan, aplikasi, konten, serta konfigurasi jaringan yang sesuai. Selain itu, daftarkan dan kelola perangkat Android enterprise tanpa perlu menginstal aplikasi klien pada perangkat.

Kontainerisasi data perusahaan

Amankan data perusahaan tanpa memengaruhi privasi pengguna dengan melakukan containerization. Pastikan admin hanya memiliki hak pengelolaan atas work container sehingga preferensi pribadi pengguna tetap tidak berubah. Cegah perpindahan data perusahaan yang tidak sah antara profil kerja terkelola dan ruang pribadi yang tidak dikelola, termasuk melalui copy-paste. Pastikan malware di ruang pribadi tidak memengaruhi data kerja melalui pemisahan ini.

Jaga privasi pengguna

Terapkan kebijakan privasi pengguna akhir yang sesuai dengan kebijakan organisasi dan regulasi yang berlaku. Sesuaikan data yang dapat dikumpulkan, seperti nomor telepon dan lokasi, lalu informasikan kebijakan tersebut kepada pengguna saat pendaftaran perangkat. Notifikasi terkait pekerjaan juga dapat disembunyikan setelah jam kerja.

Pastikan akses tanpa hambatan ke data perusahaan

Izinkan pengguna mengakses sumber daya perusahaan secara aman sesuai kebutuhan dengan mengonfigurasi VPN. Konfigurasikan per-app VPN dan izinkan pengguna terhubung ke layanan VPN hanya saat mengakses aplikasi dan situs web perusahaan. Tingkatkan produktivitas dengan mengonfigurasi profil konektivitas seperti Wi-Fi dan proxy. Mobile single sign-on dan autentikasi berbasis sertifikat juga memungkinkan autentikasi pengguna secara otomatis di berbagai aplikasi.

Pantau perangkat secara berkelanjutan untuk ketidakpatuhan

Jadwalkan pemindaian perangkat untuk mendeteksi pelanggaran kebijakan dan menjalankan tindakan remediasi, seperti menonaktifkan workspace pada perangkat yang tidak patuh. Gunakan Google Play Protect untuk memeriksa aplikasi dari potensi malware. Lindungi data perusahaan dengan membatasi akses dari aplikasi dan situs web yang masuk blocklist.

Hapus data perusahaan secara selektif saat perangkat tidak lagi digunakan atau hilang

Hapus data perusahaan dari perangkat secara remote tanpa mengganggu data pribadi saat karyawan meninggalkan organisasi. Deteksi perangkat yang di-jailbreak atau di-root secara otomatis dan hapus dari pengelolaan untuk membatasi risiko. Jika perangkat hilang atau dicuri, segera kunci perangkat dan hapus data perusahaan untuk mencegah akses yang tidak sah.

 

Dipercaya oleh brand terkemuka di berbagai industri

Inilah pendapat rekan seprofesi Anda tentang kami

Kami telah menggunakan Mobile Device Manager Plus selama lebih dari setahun, dan solusi ini membantu kami tetap mematuhi kebijakan keamanan dan kepatuhan organisasi. Kami dapat melindungi data pelanggan, melacak perangkat, dan menerapkan kebijakan secara over the air.

Syed Ahmad RasoolSr. manager of technology security, Vodafone

Mobile Device Manager Plus adalah perlindungan yang kuat terhadap ancaman konten perusahaan jatuh ke tangan yang salah. Solusi ini memungkinkan kami memusatkan semua perangkat seluler pada konsol yang sama seperti portal web yang disegmentasikan berdasarkan negara. Akses untuk tim IT lokal di setiap negara dibatasi hanya pada perangkat seluler di negara masing-masing, sehingga memastikan keamanan yang lebih baik.

Abdoul Karim BarrySystems engineer, Microcred Group

Amankan perangkat karyawan Anda dengan uji coba gratis 30 hari!

FAQ manajemen BYOD

  • Apa itu BYOD?

    BYOD (Bring Your Own Device) adalah praktik yang memungkinkan karyawan menggunakan perangkat pribadi, seperti smartphone, tablet, dan laptop, untuk keperluan pekerjaan. Praktik ini semakin banyak diterapkan karena memberi karyawan fleksibilitas untuk beralih antara aktivitas kerja dan pribadi, termasuk saat bekerja dari berbagai lokasi. Bagi organisasi, BYOD juga dapat membantu mengurangi biaya pengadaan perangkat. Dengan memanfaatkan perangkat yang sudah dimiliki karyawan, organisasi dapat meningkatkan fleksibilitas dan efisiensi kerja tanpa harus menyediakan perangkat khusus untuk setiap karyawan.

  • Apa manfaat BYOD?

    Mengizinkan karyawan menggunakan perangkat pribadi untuk bekerja mendukung mobilitas dan dapat meningkatkan kepuasan serta produktivitas. Ketika lockdown pertama kali diberlakukan, lingkungan BYOD memungkinkan karyawan beralih dengan cepat ke perangkat pribadi yang sudah mereka kenal untuk melanjutkan pekerjaan. Bagi organisasi, BYOD juga dapat menghemat biaya dan waktu yang diperlukan untuk menyediakan perangkat serta melatih karyawan menggunakannya.

  • Apa risiko BYOD?/ Mengapa manajemen BYOD penting?

    Meskipun BYOD menawarkan berbagai manfaat, penggunaan perangkat pribadi untuk bekerja juga menghadirkan risiko keamanan. Tanpa pengelolaan yang tepat, data perusahaan dapat tercampur dengan file pribadi, tidak sengaja dibagikan kepada pihak yang tidak berwenang, atau diakses oleh aplikasi berbahaya dan layanan cloud yang tidak disetujui. Risiko ini semakin besar ketika karyawan menggunakan Wi-Fi publik atau tidak aman dan mengunduh aplikasi pihak ketiga untuk mengakses sumber daya perusahaan.

    Semakin banyak perangkat pribadi yang terhubung ke jaringan perusahaan, semakin sulit bagi tim IT memastikan perangkat tersebut aman. Perangkat yang telah di-root atau di-jailbreak, tidak dilindungi passcode, atau hilang dan dicuri dapat meningkatkan risiko kebocoran data. Hal yang sama berlaku ketika karyawan meninggalkan organisasi dan data perusahaan masih tersimpan di perangkat mereka. Karena itu, manajemen BYOD yang tepat diperlukan untuk menerapkan kebijakan keamanan dan memastikan perangkat tetap memenuhi persyaratan organisasi.

  • Apa tantangan dalam manajemen BYOD?

    Meskipun perangkat BYOD perlu dikelola untuk melindungi data perusahaan, kontrol penuh atas perangkat pribadi dapat menimbulkan kekhawatiran terkait privasi dan membuat karyawan enggan menggunakan BYOD. Selain itu, lingkungan BYOD biasanya melibatkan beragam perangkat dan platform, sehingga penerapan kontrol keamanan yang konsisten menjadi lebih sulit. Untuk mengatasinya, organisasi perlu menetapkan kebijakan BYOD yang jelas dan menggunakan tool manajemen BYOD yang sesuai.

  • Apa langkah-langkah utama dalam menyusun dan menerapkan kebijakan BYOD?

    Menetapkan kebijakan BYOD sebelum implementasi membantu menyederhanakan pengelolaan perangkat di organisasi. Tim IT perlu menentukan tujuan program BYOD, jenis perangkat dan platform yang diizinkan, serta tingkat akses yang dapat diberikan. Karyawan juga perlu diberi pemahaman mengenai kebijakan tersebut, termasuk sejauh mana organisasi dapat mengelola perangkat pribadi dan pembatasan keamanan yang berlaku.

    Setelah kebijakan ditetapkan, tool manajemen BYOD dapat membantu menyederhanakan pendaftaran dan memungkinkan admin mengelola perangkat dari satu console. Kebijakan juga perlu ditinjau secara berkala untuk memastikan tetap sesuai dengan kebutuhan organisasi dan mengatasi masalah yang muncul.

  • Apa itu containerization dan bagaimana hal ini membantu manajemen BYOD?

    Containerization merupakan fitur MDM yang membuat ruang terpisah pada perangkat BYOD untuk menyimpan dan mengelola data perusahaan. Pemisahan ini mencegah data perusahaan bercampur dengan aplikasi dan data pribadi pengguna. Dengan tool MDM, organisasi dapat mengelola work container tanpa mengakses file pribadi pengguna, sehingga keamanan dan privasi tetap terjaga. Container juga dapat dilindungi dengan kebijakan keamanan tambahan dan dihapus saat karyawan meninggalkan organisasi atau perangkat hilang.

  • Bagaimana cara mendaftarkan perangkat BYOD?

    Untuk manajemen BYOD, pendaftaran perangkat dapat difasilitasi melalui metode berbasis undangan atau self-enrollment. Dalam pendaftaran berbasis undangan, karyawan menerima undangan untuk mendaftarkan perangkat pribadi mereka, sedangkan self-enrollment memungkinkan karyawan mendaftarkan perangkat mereka secara mandiri dengan solusi manajemen BYOD organisasi. Pendekatan ini menyederhanakan proses pendaftaran, sehingga memastikan pengalaman onboarding yang lancar dan efisien bagi karyawan.

  • Apa perbedaan antara MDM dan MAM untuk BYOD?

    MDM mengontrol seluruh perangkat, sedangkan MAM hanya mengelola aplikasi dan data kerja. Untuk BYOD, MAM atau containerization memberikan keseimbangan yang lebih baik antara keamanan perusahaan dan privasi pribadi dibandingkan manajemen perangkat penuh.

  • Bisakah MDM mengelola perangkat BYOD dan perangkat milik perusahaan dari satu konsol?

    Ya, ManageEngine MDM Plus mengelola perangkat BYOD dan perangkat milik perusahaan dari satu konsol. Kebijakan dapat disesuaikan berdasarkan kepemilikan perangkat untuk menyeimbangkan kebutuhan keamanan dan fleksibilitas.

  • Bagaimana konfigurasi perangkat BYOD dapat diotomatisasi?

    MDM Plus mengotomatisasi konfigurasi BYOD dengan menerapkan kebijakan secara dinamis berdasarkan jenis perangkat, OS, dan peran pengguna. Proses pendaftaran dan penyiapan juga dapat disederhanakan dengan zero-touch enrollment.

  • Bagaimana manajemen BYOD membantu kepatuhan (CMMC, GDPR, HIPAA)?

    Manajemen BYOD memungkinkan kepatuhan dengan fitur seperti enkripsi, kontrol akses, audit logging, remote wipe, dan containerization data. MDM Plus menyediakan berbagai kapabilitas tersebut, sementara kebijakan BYOD yang jelas tetap diperlukan untuk memenuhi persyaratan regulasi yang berlaku.

  • Bagaimana manajemen BYOD mendukung tenaga kerja remote dan hybrid?

    MDM Plus mendukung penggunaan BYOD secara aman untuk tim yang bekerja dari berbagai lokasi melalui conditional access, per-app VPN, single sign-on, dan akses offline. Karyawan dapat mengakses sumber daya perusahaan dari mana saja tanpa mengorbankan keamanan data.

  • Apakah manajemen BYOD mencakup pelacakan aset perangkat?

    Ya. MDM Plus menyediakan visibilitas terhadap inventaris perangkat, detail jaringan, aplikasi yang terinstal, postur keamanan, status compliance, dan lokasi perangkat. Informasi ini dapat membantu audit, pengelolaan siklus hidup perangkat, dan respons terhadap insiden.