Otomatiskan konfigurasi email sebagai bagian dari proses provisioning.
Pastikan hanya perangkat yang disetujui yang dapat mengakses email.
Tentukan aplikasi email yang tepat, konfigurasikan pengaturan, serta sinkronkan kontak dan kalender.
Hapus email di perangkat yang tidak compliant atau saat decommissioning.
Tingkatkan efisiensi provisioning email dengan memuat variabel secara dinamis seperti username, dari layanan direktori atau server Mobile Device Manager Plus.
Terapkan kebijakan Data Loss Prevention (DLP), seperti pembatasan copy dan paste, screenshot, berbagi lampiran, dan menambahkan akun pribadi.
Izinkan pengguna mengakses data perusahaan yang disimpan di server Exchange, seperti email, kontak, kalender, dan tugas, bahkan saat mereka sedang offline.
Audit akses user ke server email Exchange dan Microsoft 365, serta batasi akses perangkat yang tidak dikelola.
Gunakan fitur built-in viewer untuk membuka lampiran dan hanya izinkan aplikasi yang disetujui oleh user yang dapat membukanya jika diperlukan.
Rancang dan kelola signature email standar yang konsisten di seluruh organisasi, atau buat signature berbeda untuk tiap departemen sesuai kebutuhan user.
Izinkan user mengakses vCard berisi informasi kontak, menyimpannya di perangkat mereka, dan melakukan sinkronisasi berkala menggunakan CardDAV.
Berikan akses ke kalender berlangganan melalui sinkronisasi CalDAV agar user tidak melewatkan acara atau jadwal penting.
Hapus konfigurasi email secara remote dari perangkat user yang hilang, dicuri, dalam kondisi jailbroken, rooted, atau sudah tidak digunakan (retired).
Konfigurasi izin dan fungsi email secara remote dengan menentukan parameter seperti tipe akun, nama domain, dan metode autentikasi yang disukai untuk berbagai aplikasi email, termasuk Outlook, Gmail, Apple Mail, Samsung Email, dan Zoho Mail. Pastikan juga kebijakan akses perangkat dan pembatasan berbagi data diterapkan sejak awal.

Aktifkan pertukaran pesan yang aman antara klien dan server email melalui saluran SSL/TLS. Gunakan enkripsi end-to-end seperti S/MIME untuk mengenkripsi pesan saat disimpan maupun saat dikirim. Tambahkan signature digital untuk memverifikasi keaslian pengirim dan integritas pesan.

Otomatiskan pemberian akses aplikasi bisnis dan mailbox hanya untuk perangkat yang dikelola, sekaligus mencegah perangkat tidak terkelola mengakses Exchange, Microsoft 365, Google Workspace, dan Zoho Workplace. Berikan masa tenggang akses agar user dapat dengan nyaman melakukan pendaftaran perangkat. Tentukan target user untuk kebijakan conditional access, seperti seluruh karyawan lapangan atau kontraktor.

Berikan pengalaman login yang aman dan tanpa hambatan dengan single sign-on (SSO). User hanya perlu sekali login untuk mengakses semua layanan web dan aplikasi yang dibutuhkan, termasuk aplikasi email, sehingga mengurangi kelelahan akibat penggunaan banyak password. Untuk keamanan dan kemudahan lebih lanjut, organisasi juga bisa menerapkan autentikasi berbasis sertifikat agar pengguna tidak perlu login sama sekali (zero sign-on).

Hilangkan human error dalam keamanan email dengan pembatasan keamanan lanjutan, seperti memblokir aplikasi email yang tidak disetujui, mencegah ekspor ke akun email lain, dan membatasi forward email. Cegah penggunaan format HTML yang berpotensi membawa ancaman seperti virus dan malware ke perangkat.

Isolasi workspace dan batasi akses email korporat hanya melalui aplikasi yang dikelola di perangkat pribadi. Lihat dan kelola lampiran email dengan aman menggunakan document viewer bawaan. Nonaktifkan sinkronisasi data dengan layanan cloud dan aplikasi non-kerja untuk mencegah isi email tersimpan secara tidak sengaja di server pihak ketiga yang tidak tepercaya.









Kami telah menggunakan Mobile Device Manager Plus selama lebih dari satu tahun, dan solusi ini sangat membantu kami dalam menjaga kepatuhan terhadap kebijakan keamanan dan compliance organisasi. Kami dapat melindungi data pelanggan, melacak perangkat, serta menerapkan kebijakan secara over-the-air.
Syed Ahmad RasoolSr. manager of technology security, Vodafone
Mobile Device Manager Plus adalah solusi tangguh yang melindungi dari risiko konten korporat jatuh ke tangan yang salah. Solusi ini memungkinkan kami untuk mengelola semua perangkat mobile secara terpusat dalam satu konsol berbasis web yang dibagi menurut negara. Akses untuk tim IT lokal di setiap negara dibatasi hanya ke perangkat di negara mereka masing-masing, sehingga keamanan menjadi lebih baik.
Abdoul Karim BarrySystems engineer, Microcred Group