Struktur harga CloudSpend didasarkan pada kapasitas penggunaan Anda dan didukung kebijakan harga yang transparan. Klik di sini untuk mengetahui detail harga kami.
Tag resource dan view membantu Anda mendapatkan gambaran menyeluruh atas instance yang digunakan, sekaligus memudahkan Anda mengambil tindakan pada resource yang kurang dimanfaatkan atau tidak digunakan.
CloudSpend secara otomatis mengidentifikasi lonjakan biaya yang tidak terduga dan mengirimkan alert real-time, sehingga anggaran cloud Anda tetap terkendali.
CloudSpend memberikan rekomendasi biaya dan compliance yang dapat membantu Anda menekan pengeluaran dan memaksimalkan penghematan di lingkungan cloud.

Optimasi biaya AWS menjadi lebih mudah dengan pemrosesan tagihan otomatis kami, yang mengekstrak kategori biaya penting—jenis data transfer, region, jenis operasi, jenis penggunaan, dan availability zone—untuk memberikan visibilitas yang lebih mendalam terhadap biaya AWS Anda. Dengan begitu, Anda dapat memahami billing dan manajemen biaya AWS dengan lebih baik.

Mulailah dengan memahami kapan dan di mana biaya mulai terakumulasi. Identifikasi tiga layanan dengan biaya tertinggi, analisis pengeluaran bulanan, tahunan, atau month-to-date, lalu lihat distribusi biaya berdasarkan region, instance type, komponen, data transfer, dan lainnya.

Lakukan analisis ad hoc menggunakan berbagai dimensi filter dan pengelompokan. Uraikan pengeluaran berdasarkan linked account, tentukan rentang tanggal Anda sendiri atau gunakan rentang tanggal yang telah disediakan untuk mengelompokkan data berdasarkan waktu. Anda juga dapat memanfaatkan tag bawaan AWS dan tag buatan pengguna untuk mengisolasi serta menganalisis bagian tertentu dari biaya cloud Anda.

Dengan CloudSpend, pemilik akun maupun AWS managed service provider (MSP) dapat memanfaatkan tag native untuk mengalokasikan pengeluaran ke satu atau beberapa business unit. Anda dapat melacak biaya untuk berbagai tim, proyek, dan pelanggan menggunakan tool manajemen biaya AWS kami. Misalnya, Anda dapat menghitung penggunaan layanan AWS selama proses testing, development, dan production dari aplikasi baru.
Manajemen biaya AWS adalah praktik untuk memantau, menganalisis, mengalokasikan, dan mengoptimalkan pengeluaran cloud di Amazon Web Services. Cakupannya meliputi pelacakan biaya compute, storage, dan data transfer, penetapan anggaran, identifikasi pemborosan, hingga penerapan strategi penghematan. Manajemen biaya AWS yang efektif membantu memastikan setiap dana yang dikeluarkan mendukung hasil bisnis yang terukur, sekaligus mengurangi risiko tagihan bulanan yang tidak terduga.
Tagihan AWS yang tinggi biasanya disebabkan oleh beberapa masalah umum, seperti instance EC2 yang idle atau overprovisioned dan terus berjalan 24/7 tanpa sesuai dengan kebutuhan aktual, volume EBS yang tidak terpasang tetapi masih menimbulkan biaya setelah instance dihentikan, snapshot S3 yang terlupakan dan terus menumpuk di storage, serta biaya data transfer (egress) yang sering terlewat. Di organisasi besar, kurangnya visibilitas terpusat membuat resource yang orphaned tidak terdeteksi selama berbulan-bulan. Langkah pertama untuk menurunkan tagihan AWS adalah mendapatkan visibilitas yang jelas dan granular tentang sumber biaya yang sebenarnya.
AWS cost allocation adalah proses mengaitkan pengeluaran cloud ke tim, proyek, environment, atau business unit tertentu, bukan melihat seluruh biaya sebagai satu total yang tidak terbedakan. Ini penting karena tanpa alokasi yang jelas, upaya optimasi sering kali justru memangkas pengeluaran yang sebenarnya memberikan nilai bagi bisnis. Cost allocation umumnya dilakukan melalui resource tagging: setidaknya setiap resource perlu memiliki tag untuk tim, environment, application, dan cost center. Organisasi yang menerapkan cost allocation dengan baik cenderung dapat mempertahankan penghematan AWS dalam jangka panjang, alih-alih terus mengulang siklus pengurangan biaya setiap kuartal.
AWS cost anomaly detection adalah proses otomatis untuk mengidentifikasi lonjakan biaya yang tidak terduga di lingkungan cloud Anda. Alih-alih menunggu tagihan akhir bulan untuk mengetahui adanya pembengkakan biaya, anomaly detection memantau pola pengeluaran secara berkelanjutan dan memberi alert real-time saat biaya menyimpang dari pola yang diharapkan. Ini sangat penting bagi organisasi yang menjalankan banyak account atau tim, karena kesalahan konfigurasi pada satu workload dapat diam-diam meningkatkan biaya selama berhari-hari sebelum disadari.
Reserved Instances (RI) dan Savings Plans adalah model diskon AWS berbasis komitmen yang menawarkan penghematan signifikan sebagai imbalan atas komitmen penggunaan minimum selama satu atau tiga tahun. Reserved Instances dapat menurunkan biaya hingga 72% dibandingkan harga on-demand, sedangkan Spot Instances, yang memanfaatkan kapasitas AWS yang tidak terpakai, dapat memberikan diskon hingga 90%, meskipun kapasitas tersebut dapat ditarik kembali oleh AWS dalam waktu singkat. Model ini paling sesuai untuk workload yang stabil dan dapat diprediksi, ketika data penggunaan historis memberi keyakinan kepada tim untuk menentukan tingkat komitmen yang tepat.
Sebagian besar organisasi dapat mengurangi biaya AWS sebesar 20—30% tanpa melakukan perubahan arsitektur. Tindakan dengan dampak tertinggi dan upaya terendah antara lain rightsizing instance EC2 yang overprovisioned berdasarkan data utilisasi, mematikan environment non-production di luar jam operasional, menghapus volume EBS yang tidak terpasang dan snapshot yang tidak digunakan, mengonversi workload on-demand yang memenuhi syarat ke Reserved Instances atau Savings Plans, serta menerapkan tag cost allocation agar pemborosan dapat ditelusuri ke tim yang menyebabkannya. Mengidentifikasi instance idle saja biasanya sudah dapat menghasilkan pengurangan biaya sebesar 10—15% hanya dalam beberapa hari.
ManageEngine CloudSpend adalah tool cloud cost management yang memberikan visibilitas granular terhadap pengeluaran AWS organisasi di berbagai layanan, region, account, dan jenis resource. CloudSpend menggunakan deteksi anomali berbasis AI untuk mengidentifikasi lonjakan biaya yang tidak terduga sebelum dampaknya membesar, serta menyediakan rekomendasi optimasi yang dapat ditindaklanjuti untuk mengurangi pemborosan. CloudSpend juga mendukung cost allocation berdasarkan business unit, sehingga tim dapat mengaitkan pengeluaran ke proyek, pelanggan, atau environment tertentu menggunakan tag AWS native maupun kustom. Hasilnya adalah tampilan biaya cloud yang transparan dan dapat digunakan bersama oleh tim engineering maupun finance.