Struktur harga CloudSpend didasarkan pada kapasitas penggunaan Anda dan didukung kebijakan harga yang transparan. Klik di sini untuk mengetahui detail harga kami.
Resource tagging dan views membantu Anda mendapatkan visibilitas menyeluruh atas instance yang digunakan, sehingga tim IT dapat mengambil tindakan pada resource yang kurang dimanfaatkan atau tidak digunakan.
CloudSpend secara otomatis mengidentifikasi lonjakan biaya yang tidak terduga dan mengirimkan alert secara real-time, sehingga anggaran cloud tetap terkendali.
CloudSpend memberikan rekomendasi biaya dan compliance yang dapat membantu Anda menekan pengeluaran sekaligus mengoptimalkan penggunaan cloud.

Tetapkan target anggaran dengan kebijakan budget yang lebih cerdas. Workflow yang praktis membantu Anda mengelola resource tambahan yang dibuat oleh tim engineering agar biaya infrastruktur GCP tetap terkendali. Tool manajemen biaya cloud ini juga membantu Anda menyiapkan budget dan forecast untuk mendukung upaya optimasi biaya.

Fitur Business Units (BU) di CloudSpend memberi Anda visibilitas 360 derajat terhadap akumulasi biaya cloud lintas departemen dan multi-cloud. Laporan dapat dikirim secara otomatis kepada kepala departemen agar pemborosan dapat ditekan di tingkat BU, sekaligus memastikan para CxO tetap mendapat informasi mengenai pembengkakan biaya.

Kurangi overprovisioning dan optimalkan resource cloud secara lebih terukur. Dapatkan rekomendasi yang dipersonalisasi untuk menekan biaya tanpa mengorbankan kebutuhan infrastruktur cloud Anda. Anda juga dapat memahami arah penggunaan cloud dan mengubah insight menjadi keputusan anggaran yang lebih tepat.

Solution reports membantu Anda menganalisis pola pengeluaran, mengambil keputusan yang lebih tepat untuk infrastruktur cloud, dan memberikan kejelasan lebih baik bagi pimpinan engineering. Custom report GCP untuk Kubernetes juga membantu Anda mengidentifikasi celah dalam Google Kubernetes Engine.
Manajemen biaya GCP adalah praktik untuk memantau, mengontrol, dan mengoptimalkan pengeluaran cloud di Google Cloud Platform. Cakupannya meliputi pelacakan biaya di Compute Engine, Cloud Storage, BigQuery, GKE, dan layanan lainnya; mengalokasikan pengeluaran ke tim atau project menggunakan labels; menetapkan budget dan alert; serta menerapkan strategi diskon untuk menurunkan total tagihan. Manajemen biaya GCP menjadi semakin penting saat organisasi berkembang, karena model pay-as-you-go pada platform ini dapat mendorong biaya meningkat lebih cepat daripada kemampuan tim engineering dalam melacak resource yang mereka provision.
Tagihan GCP yang tinggi biasanya disebabkan oleh beberapa masalah umum: VM Compute Engine berukuran terlalu besar tetapi berjalan di bawah kapasitas yang diprovision, instance dev atau proof-of-concept yang terlupakan dan tidak pernah dihapus, query BigQuery yang mahal karena memindai data jauh lebih banyak dari yang diperlukan, penggunaan tier Cloud Storage yang tidak dioptimalkan (misalnya menyimpan data yang sering berubah di storage class yang kurang tepat), serta biaya egress untuk transfer data antar-region atau ke internet. Di organisasi dengan banyak tim yang membuat resource GCP secara mandiri, infrastruktur orphaned dapat diam-diam menumpuk biaya selama berbulan-bulan jika tidak ada lapisan visibilitas terpusat.
Committed Use Discounts (CUDs) adalah model harga berbasis komitmen di GCP, di mana Anda menyetujui tingkat minimum resource compute tertentu—diukur dalam vCPU, memori, atau total pengeluaran—selama satu atau tiga tahun, sebagai imbalan atas diskon hingga 57% dari harga on-demand. CUD berbasis resource berlaku untuk tipe mesin tertentu, sedangkan CUD berbasis spend menawarkan fleksibilitas yang lebih besar lintas layanan. CUD paling sesuai untuk workload baseline yang stabil dan berjalan dalam jangka panjang. Untuk workload yang variatif atau fault-tolerant, GCP Spot VMs (sebelumnya Preemptible VMs) menawarkan diskon 60—91% dari tarif on-demand, dengan konsekuensi Google dapat mengambil kembali kapasitas tersebut dalam waktu singkat.
Sustained Use Discounts (SUDs) adalah diskon otomatis yang diterapkan Google Cloud ketika VM Compute Engine berjalan lebih dari 25% dari satu bulan billing, tanpa memerlukan komitmen atau tindakan awal. Besaran diskon meningkat seiring penggunaan dan dapat mencapai hingga 30% untuk resource yang berjalan sepanjang bulan. Berbeda dengan CUDs, SUDs tidak menimbulkan kewajiban finansial dan berlaku secara otomatis. CUDs diprioritaskan dibanding SUDs, sehingga SUDs hanya diterapkan pada penggunaan di luar jumlah komitmen Anda. Organisasi yang ingin memaksimalkan penghematan di GCP umumnya memanfaatkan keduanya: CUDs untuk kebutuhan baseline yang dapat diprediksi, dan SUDs untuk kapasitas fleksibel di atasnya.
Labels di GCP adalah tag key-value yang diterapkan pada resource cloud seperti VM, storage bucket, BigQuery dataset, dan lainnya untuk mengelompokkan resource berdasarkan tim, project, environment, atau cost center. Setelah diterapkan, labels akan muncul dalam billing exports dan dapat digunakan untuk memfilter serta mengelompokkan data biaya di Billing Reports milik Google Cloud, atau diekspor ke BigQuery untuk analisis khusus. Labels merupakan mekanisme utama untuk cost attribution di GCP. Tanpa pelabelan yang konsisten sejak resource dibuat, akan sangat sulit mengetahui tim atau workload mana yang mendorong biaya, sehingga upaya pengurangan pemborosan dan chargeback reporting menjadi kurang andal.
Langkah pengurangan biaya GCP yang paling berdampak tanpa memerlukan perubahan arsitektur meliputi: melakukan rightsizing pada VM Compute Engine yang terlalu besar agar sesuai dengan utilisasi CPU dan memori aktual, mengidentifikasi dan menghapus VM idle serta persistent disk, memindahkan workload stabil yang memenuhi syarat dari on-demand ke Committed Use Discounts, memindahkan data yang jarang diakses dari Standard ke Nearline, Coldline, atau Archive Cloud Storage dengan lifecycle policies, serta mengalihkan BigQuery dari model on-demand ke flat-rate pricing untuk workload query yang volumenya tinggi dan dapat diprediksi. Sebagian besar organisasi dapat menemukan potensi penghematan 20—30% melalui langkah-langkah ini sebelum perlu melakukan perubahan arsitektur.
ManageEngine CloudSpend menyediakan visibilitas dan kontrol terpusat atas pengeluaran GCP di berbagai project, layanan, dan region. Solusi ini mengotomatiskan ingestion dan pemrosesan tagihan, menampilkan alert anomali berbasis AI saat terjadi lonjakan biaya yang tidak terduga, serta mendukung alokasi biaya per business unit menggunakan labels GCP dan pengelompokan khusus. CloudSpend juga menghasilkan custom report khusus GCP, termasuk laporan biaya Kubernetes untuk GKE, yang membantu pimpinan engineering memahami ke mana pengeluaran cloud mengarah dan mengambil tindakan yang tepat untuk rightsizing serta pengurangan pemborosan.
Ya. Fitur Business Units di CloudSpend memberikan visibilitas 360 derajat terhadap pengeluaran GCP lintas departemen, project, dan tim dalam satu dashboard. Laporan biaya dapat didistribusikan secara otomatis kepada kepala departemen agar pemborosan dapat diidentifikasi dan ditangani di tingkat tim, sementara ringkasan tingkat CxO tersedia untuk mendukung tata kelola anggaran dan alert pembengkakan biaya. Hal ini membuat CloudSpend sangat relevan bagi enterprise maupun Managed Service Partners yang mengelola billing GCP untuk banyak klien atau beberapa business unit internal secara bersamaan.
Google Cloud menawarkan kredit gratis sebesar $300 untuk akun baru, ditambah always-free tier yang mencakup penggunaan resource tertentu setiap bulan tanpa biaya, seperti satu VM e2-micro Compute Engine di wilayah AS tertentu, 5 GB Cloud Storage, dan 1 TiB query BigQuery per bulan. Biaya mulai dikenakan ketika penggunaan melebihi batas free tier tersebut. Bagi organisasi yang sudah melampaui free tier dan menjalankan workload production, pemantauan biaya secara proaktif menjadi penting karena model pay-as-you-go GCP akan meningkatkan biaya secara otomatis seiring penggunaan, sementara perlindungan dari free tier akan cepat hilang ketika traffic nyata mulai masuk.