Manajemen infrastruktur IT bersifat dinamis, dengan notifikasi dan alert yang datang dari berbagai titik dalam jaringan. Tantangan yang dihadapi tim operasi IT bisa berubah dengan cepat, sementara admin IT terhambat oleh keterbatasan waktu untuk merespons setiap masalah dan bottleneck jaringan.
Selain memberikan peringatan terhadap insiden yang memerlukan penanganan segera, alarm dalam manajemen infrastruktur TI juga dapat mencakup penurunan performa sistem, kapasitas resource yang mendekati batas, pengingat pemeliharaan, dan sebagainya. Semua hal ini memerlukan perhatian, tetapi dengan tingkat prioritas yang berbeda-beda. Maka itu diperlukan mekanisme di mana admin IT bisa lebih fokus pada alarm kritis yang memerlukan perhatian dan keahlian, dibandingkan alarm non-kritis. Tanpa klasifikasi dan prioritas yang jelas, pengguna bisa saja mengabaikan alarm kritis bisa saja tidak terabaikan, di tengah banyaknya notifikasi dan alarm yang bermunculan setiap hari. Hindari kerusakan besar dalam infrastruktur Anda dengan mendeteksi dan merespon alarm kritis secara tepat waktu.
OpManager Nexus melakukan observasi infrastruktur untuk mendeteksi gangguan atau masalah jaringan, lalu segera melaporkannya kepada user atau administrator melalui SMS atau email. Tab Alarms di OpManager Nexus menampilkan overview dari semua alarm, yang bisa diurutkan dan difilter berdasarkan kriteria seperti tingkat keparahan (severity), jenis perangkat, jenis alarm, atau waktu kejadian. Setiap alarm yang diklik dalam tampilan daftar akan membuka layar detail yang berisi informasi mendetail, termasuk komponen yang terdampak, kondisi, atau kejadian yang memicu alarm, pesan terkait, atau entri log. Informasi komprehensif terkait alarm membantu admin IT memahami akar masalah dengan lebih baik untuk troubleshooting yang lebih efektif. OpManager Nexus juga memungkinkan admin IT untuk melakukan acknowledgement pada setiap alarm, dan menandai ketika masalah tersebut telah ditangani atau sedang dalam proses penyelesaian.
Ketika sebuah alarm dibiarkan tanpa penanganan dalam jangka waktu tertentu, alarm tersebut sebaiknya dieskalasi ke administrator, manager, atau dialihkan ke tim yang relevan. Sebagai contoh, ada alarm kritis muncul pada server yang digunakan untuk host situs web, yang menandakan bahwa disk space hampir habis. Alarm tersebut awalnya dikirim ke tim teknisi IT, namun tidak segera ditindaklanjuti. Akibatnya, sistem secara otomatis meningkatkan alarm tersebut ke bagian administrator atau manajer IT, bila masalah tersebut dibiarkan dalam batas waktu yang ditentukan. Setelah menerima eskalasi, beberapa tindakan dari manajer dapat dilakukan dengan cara menghubungi penyedia hosting dan menambah kapasitas penyimpanan server.
Fitur Alarm Escalation di OpManager Nexus bekerja melalui aturan eskalasi (Alarm Escalation Rules). Melalui aturan ini, admin IT dapat menentukan detail alarm, kontak penerima notifikasi, serta durasi penyelesaian yang diperbolehkan sebelum alarm dieskalasikan ke level berikutnya.
Setelah eskalasi berjalan, tim IT lanjut ke tahap analisis penyebab gangguan (root cause analysis), dengan cara meninjau log dan identifikasi entri spesifik yang memicu alarm. Keunggulan dari OpManager Nexus adalah bisa mendukung analisis korelasi dan identifikasi akar masalah secara menyelutuh, dan hasilnya, tim IT mampu mencapai observabilitas yang lebih baik untuk performa infrastruktur mereka.
Tab Alarms di OpManager Nexus berfungsi sebagai pusat kendali untuk memonitor, mengelola, dan merespons alarm yang dihasilkan oleh infrastruktur. Dengan begitu, tim IT bisa lebih proaktif dalam menangani masalah, menjamin ketersediaan yang tinggi, serta memastikan kesehatan dan performa lingkungan IT secara keseluruhan.
Pelajari lebih lanjut tentang OpManager Nexus.