
Diakui sebagai frontrunner oleh Software Advice dalam kategori Network Monitoring Tool dengan rating 4.7 dari 5.
Masuk daftar pilihan Capterra sebagai network monitoring software terbaik 2024 dengan skor keseluruhan 75 dari 100.
Harga langganan OpManager hanya sepertiga dari biaya PRTG pasca-kenaikan harga terbaru.
OpManager menjaga harga langganan dan lisensi tetap konsisten selama lima tahun terakhir.
Otomatisasi penuh mulai dari: discovery, classification, alarm setting, notification, diagnostic, dan troubleshooting.
Manfaatkan data monitoring untuk memprediksi kebutuhan sumber daya dan mengatur threshold secara akurat.
Kelola konfigurasi jaringan dengan aman dan pastikan seluruh perangkat mematuhi standar kepatuhan.
OpManager mampu melakukan discovery, klasifikasi, dan penugasan monitor ke ribuan perangkat hanya dalam hitungan menit.
Berbeda dari PRTG yang hanya menawarkan paket langganan jangka panjang dengan biaya tinggi, OpManager memberikan fleksibilitas penuh bagi organisasi untuk memilih model lisensi yang paling sesuai dengan kebutuhan. Harga langganan OpManager hanya sepertiga dari PRTG, sehingga Anda bisa memperoleh solusi monitoring yang unggul dengan biaya jauh lebih efisien. Selain itu, tersedia juga opsi lisensi permanen dengan harga yang lebih kompetitif dibanding biaya tahunan PRTG.
Lebih dari itu, selama lima tahun terakhir, harga OpManager terbukti stabil tanpa adanya kenaikan mendadak, memberikan jaminan transparansi dan kepastian biaya bagi tim IT Anda.
| Jumlah perangkat | OpManager | PRTG | ||
|---|---|---|---|---|
| Lisensi Permanen | Berlangganan | Berlangganan | Lisensi Permanen | |
| 10 | $345 | $145 | Gratis | Tidak tersedia |
| 50 | $1,545 | $645 | $2,149 | |
| 100 | $2,845 | $1,145 | $3,899 | |
| 250 | $6,595 | $2,645 | $8,099 | |
| 500 | $9,595 | $3,845 | $14,199 | |
| 1000 | $14,995 | $5,995 | $17,899 | |
OpManager memantau uptime, health, dan performance di level network, device, serta interface. Tim IT bisa mendapatkan visibilitas penuh terhadap seluruh IT stack melalui satu konsol, sekaligus memaksimalkan monitoring berbasis AI untuk menyesuaikan dan mengoptimalkan alarm threshold. Dengan dukungan workflow automation, pengguna tidak direpotkan dalam pengelolaan tool dan bisa fokus sepenuhnya pada pengelolaan network.
| Fungsionalitas | OpManager | PRTG |
|---|---|---|
| Automasi pasca-discovery | Advanced | Basic |
| Monitoring jaringan | Berbasis AI | Manual |
| Otomatisasi workflow IT | Tersedia | Tidak tersedia |
| Manajemen konfigurasi | Tersedia | Tidak tersedia |
| Monitoring compliance | Tersedia | Tidak tersedia |
| Firewall rule & analisis log | Tersedia | Tidak tersedia |
| Monitoring aplikasi & cloud | Tersedia | Tidak tersedia |
| IPAM & manajemen switch port | Tersedia | Tidak tersedia |
Temukan node penyebab kepadatan jaringan (network congestion), hitung baseline performa untuk tiap grup perangkat, korelasikan data dari berbagai sumber, dan terapkan capacity planning menggunakan fitur inNetwork path analysis dari OpManager.
Pantau network path secara hop-by-hop, atur alarm untuk packet loss dan response time agar mudah mendeteksi bottleneck dan kepadatan jaringan.
Cegah tumpukan notifikasi dan false positive yang mengganggu monitoring. OpManager menggunakan teknologi AI untuk menyesuaikan alarm threshold secara dinamis setiap jam.
Tampilkan metrik monitoring secara berdampingan untuk menghubungkan data dan menemukan anomali. Identifikasi penyebab utama masalah jaringan dengan cepat dan efisien.
Tingkatkan efektivitas monitoring dengan forecasting berbasis AI. OpManager menganalisis data dan memprediksi tren performa jaringan secara otomatis.
Optimalkan drag-and-drop workflow, rule-based engine, dan conditional filter untuk mengotomatisasi respons dan konfigurasi. OpManager menghadirkan script-free automation serta template siap pakai untuk troubleshooting dan integrasi dengan aplikasi pihak ketiga.
Otomatisasi proses troubleshooting dan diagnostik dengan lebih dari 70 aksi yang bisa dijalankan secara berurutan melalui interface drag and drop.
Otomatisasikan tugas setelah proses discovery, seperti menyiapkan process monitor, menambahkan custom field, atau mengatur notifikasi menggunakan rule-based engine.
Tingkatkan efisiensi ITSM workflow dan percepat penyelesaian layanan. OpManager secara otomatis membuat tiket dengan informasi yang relevan dan menyinkronkannya dengan alarm.
Tingkatkan visibilitas dan pahami sistem jaringan yang kompleks dengan visualisasi yang mudah dipahami. OpManager menampilkan data monitoring dalam berbagai format color-coded seperti map, report template, graph, dial, heat-map, dan dashboard.
Pantau Layer 2 dan jaringan virtual melalui topology map. Lacak dependency antar perangkat dan perbarui perubahan secara otomatis dengan scheduled re-discovery.
Tampilkan server rack dan datacenter dalam tampilan 2D atau 3D. Arahkan teknisi secara remote, pantau performa datacenter, dan awasi server utama secara real time.
Buat custom map menggunakan interface drag and drop. Anda bisa menyesuaikan ikon perangkat, tipe interface, gambar background, dan elemen lain agar representasinya lebih akurat.
Terapkan kontrol akses yang ketat dan kebijakan privasi yang kuat untuk mencegah ancaman terhadap jaringan dan data Anda. OpManager sudah mematuhi standar industri terkemuka seperti GDPR, ISO/IEC 27001, dan FIPS 140-2.
OpManager dilengkapi dengan berbagai metode autentikasi seperti SAML, OAuth, RADIUS, multi-factor authentication, dan AD-based authentication untuk mencegah akses tidak sah.
Gunakan trusted certificate untuk mengaktifkan koneksi SSL antara perangkat dan monitoring server. OpManager juga mendukung Advanced Encryption Standard (AES) dan Secure Hash Algorithm (SHA) untuk menjaga keamanan data selama transmisi.
OpManager dapat mendeteksi upaya pelanggaran pada direktori, mengatur password untuk data yang diekspor, dan memindai personally identifiable information (PII) guna memastikan perlindungan data secara menyeluruh.
Manfaatkan in-product add-on untuk mengelola lebih banyak infrastruktur IT langsung dari interface OpManager. Setiap add-on sudah terintegrasi dan dapat diaktifkan dengan mudah melalui UI.
Dapatkan visibilitas mendalam terhadap pola lalu lintas jaringan dan penggunaan bandwidth. Pantau flow dan packet untuk melacak sumber, tujuan, serta penggunaan berdasarkan aplikasi.
Kelola, jadwalkan, kembalikan, dan otomatisasi konfigurasi jaringan agar proses rollback dan penyelesaian masalah berjalan lebih cepat. Deteksi pelanggaran compliance serta kerentanan pada firmware.
Pantau performa aplikasi dan database hingga ke level code dan query. Awasi pengalaman pengguna, website, cloud app, server, dan VM dengan mudah dari satu platform.
Senior network admin, Industri Manufaktur, AS
Halaman ini menampilkan ManageEngine OpManager sebagai alternatif untuk PRTG. Informasi di halaman ini disusun berdasarkan data yang tersedia di situs resmi PRTG. Kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk memastikan ketepatan dan keandalan informasi yang disajikan. Namun, seluruh informasi diberikan "apa adanya" tanpa jaminan dalam bentuk apa pun. ManageEngine tidak bertanggung jawab atas ketidakakuratan yang mungkin terjadi akibat perubahan di situs PRTG atau pembaruan pada produk PRTG setelah tanggal publikasi halaman ini. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs resmi PRTG.