✕

Visualisasi life cycle

Rancang seluruh asset life cycle di canvas drag-and-drop yang mudah digunakan, lalu dapatkan tampilan menyeluruh dari workflow yang Anda buat untuk memudahkan evaluasi dan penyempurnaan.

Standardisasi proses

Pandu teknisi IT melalui berbagai state dalam asset life cycle yang telah ditentukan agar proses pengelolaan aset tetap selaras dengan workflow operasional standar organisasi.

Automation end-to-end bawaan

Otomatiskan tugas yang perlu dijalankan di antara setiap state aset melalui transition yang memicu action berbasis kondisi, seperti memperbarui informasi, mengirim notifikasi, dan fungsi kustom lainnya.

Tata kelola aset yang lebih cerdas

Kelola aset secara konsisten dan proaktif untuk memaksimalkan masa pakainya sekaligus mengurangi biaya IT.

Pahami istilah berikut agar lebih mudah menavigasi asset life cycle di ServiceDesk Plus:

Apa itu state?

State mengacu pada kondisi aset saat ini. Contohnya antara lain "In Use", "Expired", dan "Disposed".

Asset life cycle workflow - states

Apa itu transition?

Transition menunjukkan perpindahan aset dari satu state ke state lainnya. Transition merupakan action berbasis kondisi yang dapat dikonfigurasi untuk dijalankan kapan saja selama perpindahan berlangsung, baik sebelum, selama, maupun sesudahnya.

Asset life cycle workflow transitions

Manfaatkan asset life cycle untuk menstandarkan proses dan meningkatkan pengelolaan aset secara menyeluruh di organisasi Anda.

  • Rancang dan kaitkan asset life cycle tertentu untuk setiap jenis aset agar selaras dengan prosedur manajemen aset organisasi Anda.
  • Konfigurasikan asset life cycle dengan transition. Transition adalah action berbasis kondisi yang dapat dijalankan sebelum, selama, atau setelah aset berpindah dari satu state ke state lainnya.
  • Tetapkan kriteria atau permission berbasis peran untuk membatasi akses teknisi ke transition pada tahap "Before" dalam life cycle. Setelah permission ini diatur, transition hanya akan terlihat oleh peran tertentu atau setelah kondisi tertentu terpenuhi.
  • Pastikan seluruh data yang relevan tercatat sebelum aset berpindah ke state berikutnya dengan mewajibkan teknisi mengisi field tertentu pada tahap "During".
  • Jalankan action kustom, termasuk trigger notifikasi, custom function, atau webhook, pada tahap "After".
Asset life cycle process workflow
Asset purchase order management
  • Duplikasi asset life cycle untuk melakukan perubahan dengan cepat dan membuat life cycle baru untuk tipe produk yang berbeda, tanpa harus memulai dari awal.
  • Manfaatkan integrasi yang erat dengan modul purchase management, penambahan aset melalui probe networks, dan domain scan untuk melacak aset baru.
  • Terapkan asset life cycle secara otomatis ke aset baru dan aset yang belum ditetapkan, jika aset tersebut termasuk dalam tipe produk yang ditentukan.
  • Pilih tampilan workflow linear atau grafis untuk mendapatkan kejelasan yang lebih baik atas life cycle yang Anda bangun.

Langkah cepat untuk mulai menggunakan asset life cycle:

Anda dapat menemukan konfigurasi asset life cycle di:

Setup > Automation > Life Cycles > Asset Life Cycles

  • 1. Buat state aset kustom di Setup > Customization > Asset Management > Asset State, lalu gunakan state tersebut atau state bawaan untuk menyusun asset life cycle Anda.
  • 2. Drag-and-drop state ke canvas untuk mulai membangun workflow.
  • 3. Tentukan transition di antara setiap state.
  • 4. Konfigurasikan action kustom yang akan dipicu sebelum, selama, atau setelah transition.
  • 5. Kaitkan life cycle dengan tipe produk yang relevan.
  • 6. Publish asset life cycle untuk mulai menggunakannya.
Define new asset life cycle
Build asset life cycle workflow
Asset transitions between states
Asset life cycle custom actions
Asset life cycle & product types
Publish asset life cycle

Untuk panduan yang lebih detail tentang cara menyiapkan asset life cycle, lihat dokumentasi bantuan kami.

Buat life cycle kustom untuk aset guna meningkatkan efisiensi manajemen aset IT

Daftar sekarang!