Five Worthy Reads: Threat Intelligence, Kunci Keamanan Siber yang Proaktif

Five Worthy Reads adalah rubrik rutin yang merangkum lima bacaan menarik yang kami temukan saat menelusuri topik yang sedang tren maupun yang selalu relevan. Kali ini, kami membahas bagaimana threat intelligence dapat membantu organisasi menghadapi ancaman siber.

Biaya yang dikeluarkan perusahaan untuk memantau dan melindungi jaringan dengan berbagai solusi keamanan tidak sedikit. Namun, apakah memasang banyak solusi keamanan seperti firewall, antivirus, sistem deteksi intrusi, web filtering, dan enkripsi saja sudah cukup untuk melindungi organisasi?

Rata-rata biaya serangan siber kini mencapai lebih dari US$1 juta. Di sisi lain, semakin banyak perangkat yang digunakan membuat data makin mudah diakses, sekaligus meningkatkan risiko kebocoran data. Karena itu, organisasi perlu mengubah strategi keamanan mereka dan mulai menerapkan pendekatan yang lebih proaktif.

Salah satu langkah yang banyak digunakan adalah cyber threat intelligence. Pendekatan ini membantu organisasi memperkirakan kapan dan di mana ancaman siber berpotensi muncul, sehingga mereka bisa mengambil langkah pencegahan sebelum serangan terjadi.

Threat intelligence merupakan kumpulan data yang telah diperkaya atau dikorelasikan untuk memberikan gambaran tentang ancaman yang sedang berlangsung maupun yang berpotensi muncul. Data ini dikumpulkan dari sumber internal dan eksternal agar organisasi bisa memahami ancaman yang benar-benar berisiko bagi bisnis mereka dan meningkatkan keamanan secara lebih tepat sasaran.

Untuk memahami topik ini lebih jauh, berikut lima bacaan menarik tentang cyber threat intelligence.

1. Mengenal Threat Intelligence Platform untuk Perusahaan

Threat intelligence platform dapat membantu tim keamanan bekerja lebih efisien dalam mengantisipasi dan memblokir insiden keamanan. Artikel ini membahas pengertian threat intelligence, tujuan penggunaannya, serta manfaat yang bisa diperoleh organisasi.

2. Enam Alasan Cyber Threat Intelligence Penting bagi Organisasi

Cyber threat intelligence pada dasarnya membantu perusahaan tetap mendapatkan informasi terkini tentang ancaman tingkat lanjut. Namun, manfaatnya tidak berhenti di situ. Pendekatan ini juga dapat membantu organisasi mengurangi risiko, mencegah kehilangan data, menekan biaya, dan masih banyak lagi.

3. Hal-Hal yang Perlu Diketahui tentang Cyber Threat Intelligence

Jika diterapkan dengan tepat, cyber threat intelligence dapat membantu organisasi mengatasi berbagai masalah keamanan. Meski begitu, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan oleh tim keamanan sebelum mulai menerapkannya.

4. Memaksimalkan Manfaat Cyber Threat Intelligence bagi Bisnis

Agar manfaat cyber threat intelligence benar-benar terasa, penerapannya perlu menjadi bagian dari proses kerja organisasi, bukan sekadar penggunaan sebuah tool. Proses ini harus mendukung pengambilan keputusan strategis dan terintegrasi dengan fungsi yang sudah berjalan, seperti operasi keamanan, penanganan insiden, manajemen kerentanan, dan manajemen risiko.

5. Menghadapi Risiko Saat Ini Membutuhkan Threat Intelligence yang Andal

Agar threat intelligence tetap efektif, organisasi perlu memperbarui informasi keamanan secara berkala dan tepat waktu. Mereka juga harus mampu mengidentifikasi serta menerapkan langkah pengamanan yang sesuai seiring perkembangan infrastruktur jaringan.

Cyber threat intelligence membantu organisasi memahami risiko ancaman siber yang terus berkembang sekaligus menentukan tingkat risiko yang masih dapat mereka toleransi. Alih-alih hanya menunggu sampai serangan menargetkan jaringan, organisasi bisa memanfaatkan threat intelligence untuk mengantisipasi potensi serangan dan mencegahnya sejak awal.

Namun, pencegahan saja tidak selalu cukup. Jika penyusupan tetap terjadi, organisasi perlu memiliki rencana penanganan insiden yang matang, jelas, dan dapat dijalankan. Karena itu, pendekatan terbaik adalah menyeimbangkan strategi keamanan siber proaktif dengan langkah reaktif, agar organisasi siap menghadapi ancaman sebelum maupun sesudah insiden terjadi.

Tulisan ini merupakan terjemahan dari blog berjudul Five worthy reads: Threat intelligence—the key to proactive cybersecurity oleh Athira K.