ManageEngine meraih pengakuan baru dalam Gartner® Magic Quadrant™

Semakin banyaknya perangkat, sistem operasi (OS), dan lokasi kerja membuat endpoint management memasuki fase baru. Bagi tim IT, mengelola endpoint kini menjadi salah satu tanggung jawab yang paling kompleks dan membutuhkan sumber daya yang besar. Tim IT kini harus mengelola perangkat sambil melakukannya secara proaktif, aman, dan dalam skala besar, tetapi juga harus mengurangi beban operasional.
Menurut ManageEngine, evaluasi Gartner® tahun 2026 mencerminkan perubahan tersebut. ManageEngine dinobatkan sebagai Challenger dalam 2026 Gartner Magic Quadrant™ dan memperoleh skor di atas 4 pada keempat Use Case dalam Gartner Critical Capabilities Report for Endpoint Management Tools. Bagi kami, pencapaian ini mencerminkan kemampuan Endpoint Central dalam menyatukan manajemen dan keamanan endpoint, sekaligus menunjukkan kemajuan Endpoint Central menuju solusi manajemen yang lebih otonom dan scalable.
Blog ini akan membahas mengapa pengakuan Gartner tersebut penting bagi ManageEngine dan bagi organisasi yang sedang menghadapi tantangan dalam mengelola endpoint.
ManageEngine dinobatkan sebagai Challenger: Apa maknanya?
Tahun ini adalah pertama kalinya Magic Quadrant untuk kategori endpoint management diperkenalkan. Pada kategori ini, Gartner mengevaluasi dan menganalisis lanskap pasar serta menilai setiap vendor berdasarkan Completeness of Vision dan Ability to Execute.
Menurut kami, pengakuan sebagai Challenger tidak hanya mencerminkan evolusi Endpoint Central menjadi platform terpadu dan otonom, tetapi juga menunjukkan kekuatan eksekusi, strategi produk yang berfokus pada automasi, serta ketahanan operasional yang kami miliki.
Skor ManageEngine pada Gartner Critical Capabilities Use Cases
Dalam laporan pendampingnya, 2026 Gartner Critical Capabilities for Endpoint Management Tools, ManageEngine memperoleh skor di atas 4 untuk keempat Use Case, yaitu Autonomous Endpoint Management, Unified Endpoint Management, Security-Centric Management, dan Frontline Device Management.
Secara rinci, ManageEngine Endpoint Central memperoleh 4,40/5 pada Autonomous Endpoint Management, 4,36/5 pada Security-Centric Management, 4,25/5 pada Frontline Device Management, dan 4,10/5 pada Unified Endpoint Management.
Unified Endpoint Management

Mengonsolidasikan seluruh life cycle perangkat, mulai dari provisioning, konfigurasi, monitoring, troubleshooting, hingga retirement ke dalam satu konsol terpadu. Pendekatan ini membantu mengurangi penggunaan banyak tool yang terpisah serta memungkinkan pengelolaan yang konsisten di berbagai sistem operasi dan jenis perangkat.
Autonomous Endpoint Management

Menggabungkan analitik endpoint, automasi, dan workflow visual untuk membantu tim IT mengantisipasi masalah, mengorkestrasi proses remediasi, serta beralih secara bertahap dari operasional yang reaktif menuju endpoint management yang lebih proaktif dan otonom dalam skala besar.
Security-Centric Management

Mengintegrasikan workflow endpoint management dan keamanan melalui kontrol berbasis kebijakan, penerapan konfigurasi, serta patching yang tepat waktu. Pendekatan ini membantu organisasi mengurangi risiko, memperkuat postur keamanan, dan menjaga kepatuhan di lingkungan kerja yang terdistribusi.
Frontline Device Management

Memperluas kontrol terpusat ke perangkat bersama (shared devices), kiosk, rugged devices, dan perangkat khusus operasional. Fitur ini mendukung administrasi berbasis peran (role-based administration), penerapan kebijakan, serta visibilitas yang lebih baik untuk memastikan operasional frontline tetap aman dan andal tanpa menambah kompleksitas administrasi.
Jelajahi laporan lengkap Gartner Critical Capabilities di sini.
Menurut kami, evaluasi ini menunjukkan bahwa cara organisasi menilai platform endpoint management kini telah berubah. Bertambahnya jumlah perangkat, beragam sistem operasi, serta tenaga kerja yang semakin terdistribusi membuat tim IT dituntut untuk mengelola lingkungan yang semakin kompleks dengan sumber daya yang terbatas. Akibatnya, kebutuhan terhadap solusi endpoint management tidak lagi berhenti pada pengelolaan perangkat semata.
Saat ini, organisasi membutuhkan platform yang mampu menyatukan pengelolaan endpoint dalam satu konsol, memanfaatkan automasi untuk menyederhanakan operasional, mengurangi potensi gangguan, serta mendukung pengelolaan endpoint yang lebih proaktif dan semakin otonom.
Bagaimana Endpoint Central Membantu Manajemen Endpoint
Sebagai respons terhadap perubahan kebutuhan tersebut, organisasi mulai mendefinisikan ulang peran manajemen endpoint. Endpoint Central membantu tim IT untuk:
Menyatukan dan menyederhanakan operasional endpoint
Kelola seluruh life cycle perangkat, mulai dari provisioning, konfigurasi, monitoring, troubleshooting, hingga retirement melalui satu konsol terpadu.
Endpoint Central menghilangkan fragmentasi tool dengan menggantikan berbagai solusi yang terpisah menjadi satu platform terintegrasi. Hal ini membantu menyederhanakan workflow IT sekaligus menghadirkan pengelolaan yang konsisten untuk Windows, macOS, Linux, ChromeOS, perangkat mobile, hingga specialty endpoint.
Meningkatkan efisiensi melalui automasi, orkestrasi, dan insight yang cerdas
Otomatiskan tugas-tugas rutin, lakukan deployment patch dan software dalam skala besar, serta manfaatkan analitik untuk mendeteksi potensi masalah lebih awal.
Workflow visual membantu tim IT mengorkestrasi tindakan proaktif, reaktif, maupun prediktif sehingga mengurangi pekerjaan manual dan meningkatkan efisiensi operasional.
Memperkuat postur keamanan dan menjaga kepatuhan dalam skala besar
Identifikasi kerentanan, terapkan konfigurasi yang sesuai, dan pastikan patch diterapkan tepat waktu melalui insight serta kontrol berbasis kebijakan.
Endpoint Central mentransformasi endpoint management dengan menyatukan workflow operasional dan keamanan sehingga membantu menutup celah, meminimalkan risiko, dan memastikan lingkungan endpoint yang konsisten serta patuh terhadap kebijakan.
Tentang Endpoint Central
Endpoint Central adalah platform terpadu untuk endpoint management dan endpoint security yang memungkinkan organisasi mengelola sekaligus mengamankan digital workplace modern melalui satu konsol dan satu agent, di berbagai jenis perangkat dan sistem operasi.
Platform ini mendukung pengelolaan siklus hidup perangkat secara menyeluruh, serta dilengkapi kapabilitas keamanan seperti attack surface management, threat detection and response, compliance management, dan insight digital employee experience bawaan.
Kemampuan remote troubleshooting yang komprehensif, fitur self-service, serta analitik proaktif membantu mengurangi downtime sekaligus meningkatkan pengalaman pengguna secara keseluruhan.
Pelajari bagaimana Endpoint Central mendukung operasional endpoint yang proaktif dan berbasis automasi di lingkungan kerja modern yang semakin terdistribusi.
Disclaimer
Gartner, Magic Quadrant for Endpoint Management Tools, oleh Tom Cipolla, Lina Al Dana, Sunil Kumar, Robin Milton-Schonemann, Todd Larivee, Craig Fisler, 5 Januari 2026.
Gartner, Critical Capabilities for Endpoint Management Tools, oleh Lina Al Dana, Tom Cipolla, Sunil Kumar, Robin Milton-Schonemann, Craig Fisler, Todd Larivee, 5 Januari 2026.
Gartner dan Magic Quadrant merupakan merek dagang milik Gartner, Inc. dan/atau afiliasinya.
Gartner tidak mendukung perusahaan, vendor, produk, atau layanan apa pun yang disebutkan dalam publikasinya, serta tidak menyarankan pengguna teknologi untuk hanya memilih vendor dengan peringkat atau penilaian tertinggi. Publikasi Gartner berisi opini dari organisasi riset dan analisis bisnis serta teknologi Gartner dan tidak boleh ditafsirkan sebagai pernyataan fakta. Gartner menolak segala bentuk jaminan, baik tersurat maupun tersirat, terkait publikasi ini, termasuk jaminan atas kelayakan untuk diperdagangkan maupun kesesuaian untuk tujuan tertentu.
Tulisan ini merupakan terjemahan dari blog berjudul ManageEngine unlocks new recognition in the Gartner® Magic Quadrant™ oleh Sneha Madhavan.