3 hal penting yang Anda butuhkan untuk membangun strategi GRC

Governance, risk, and compliance (GRC) adalah dasar dari infrastruktur IT yang aman dan bisa diandalkan. Secara sederhana, GRC membantu perusahaan agar tetap aman, memenuhi aturan yang berlaku, dan terhindar dari risiko-risiko yang bisa mengganggu operasional.
Bagi perusahaan yang menggunakan Active Directory, risiko IT pun jauh lebih besar. Satu kesalahan konfigurasi izin, satu akun lama yang lupa dinonaktifkan, atau satu jalur akses yang tidak diawasi saja bisa menjadi pintu masuk bagi breach, privilege escalation, atau masalah saat audit.
Namun, bagaimana jika ternyata mengelola GRC tidak sesulit yang dibayangkan?
3 pilar untuk strategi GRC yang efektif
Untuk membangun strategi GRC yang efektif di lingkungan AD, ada tiga hal yang perlu jadi fokus utama:
Identity risk assessment untuk menemukan vulnerability dan mengukur seberapa besar risikonya.
Access certification campaign untuk validasi siapa yang berhak mengakses apa.
Risk exposure management untuk mengungkap jalur privilege escalation sebelum penyerang menemukannya lebih dulu.
1. Identity risk assessment: Visibilitas terhadap security posture Anda
Strategi GRC yang kuat dimulai dari memahami di mana risiko Anda berada. Identity risk assessment membantu memberi gambaran yang jelas akan hal itu. Dengan mengevaluasi AD dan Microsoft 365 secara terus-menerus, fitur ini dapat:
Mengidentifikasi kesalahan konfigurasi dan objek yang berisiko.
Memberikan dynamic risk score untuk postur keamanan AD dan Microsoft 365 Anda, lalu mengurutkan risiko berdasarkan tingkat keparahannya.
Menyediakan actionable insight agar masalah bisa diperbaiki sebelum dieksploitasi.
2. Access certification campaign: Menerapkan prinsip least privilege secara luas
Lingkungan IT yang aman sekalipun tetap bisa bermasalah jika tidak melakukan review akses secara rutin. Oleh karena itu, access certification campaign membantu Anda untuk:
Review dan validasi hak akses pengguna secara berkala.
Mencegah permission creep.
Memenuhi aturan seperti GDPR, HIPAA, SOX, dan NIST dengan memastikan hanya pengguna yang benar-benar berhak saja yang bisa mendapat akses.
Mendelegasikan proses review ke manager atau reviewer yang ditunjuk supaya prosesnya tetap jelas dan akuntabel.
3. Risk exposure management: Memvisualisasikan dan memutus jalur serangan
Risiko identitas (identity risk) dan akses yang tidak tepat sering kali tidak terlihat jika perusahaan tidak punya gambaran yang menyeluruh. Di sinilah risk exposure management berperan untuk membantu:
Memetakan jalur privilege escalation yang mungkin terjadi di AD.
Menunjukkan akun yang memiliki terlalu banyak akses (over-permissioned) dan grup yang rentan.
Memvisualisasikan jalur lateral movement yang bisa digunakan penyerang.
Mensimulasikan serangan dan menutup celah keamanan.
Jika digabungkan, ketiga hal ini melengkapi puzzle GRC Anda. Masing-masing menangani sisi risiko yang berbeda: kesalahan konfigurasi, tata kelola akses, dan vulnerability yang struktural. Ketiganya bekerja sama di dalam ADManager Plus, sehingga Anda bisa mendapatkan solusi GRC yang menyeluruh dan sesuai untuk lingkungan Active Directory hybrid.
Mengapa memilih ADManager Plus untuk GRC?
ADManager Plus menjadi solusi yang tepat bagi perusahaan yang ingin menyederhanakan praktik GRC mereka. Berikut alasannya:
Compliance pada regulasi jadi lebih mudah: Review akses secara otomatis dan jaga audit trail agar tetap sesuai dengan regulasi GDPR, HIPAA, FIPS, SOX, dan standar lainnya.
Keamanan meningkat dengan threat visibility: Deteksi insider threat dan penyalahgunaan privilege secara proaktif lewat risk exposure mapping.
End-to-end workflow integration: Manfaatkan workflow yang fleksibel untuk menjalankan proses access certification dan risk management secara otomatis.
Dengan mengintegrasikan ADManager Plus ke strategi GRC, Anda bukan hanya sekadar menambahkan sebuah tool saja, melainkan juga mengubah cara perusahaan mengelola governance, risk, dan compliance (GRC) secara keseluruhan.
Ambil langkah selanjutnya!
Inilah saatnya untuk menyederhanakan operasional, memperkuat keamanan, dan menghadapi audit dengan lebih percaya diri. Eksplor ADManager Plus dan lihat bagaimana solusi ini dapat membantu perusahaan Anda tetap aman dan compliant.
Tulisan ini merupakan terjemahan dari blog berjudul The 3 capabilities you need for a complete GRC strategy oleh Thamizh Poonkuil Mozhi M