IT proaktif jadi lebih mudah dengan DEX di Endpoint Central

Produktivitas karyawan sangat dipengaruhi oleh kinerja perangkat yang mereka gunakan. Ketika laptop lambat saat booting, aplikasi tiba-tiba berhenti di tengah pekerjaan penting, atau proses login memakan waktu terlalu lama, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh satu pengguna. Gangguan kecil yang terjadi berulang kali akan menumpuk menjadi jam kerja yang hilang, proyek yang tertunda, dan pada akhirnya menurunkan performa bisnis secara keseluruhan.

Tantangan bagi tim IT adalah mereka sering kali baru mengetahui masalah ini setelah karyawan mengajukan tiket atau melayangkan keluhan. Pada saat masalah mencapai help desk, pekerjaan sudah terganggu dan rasa frustrasi telah muncul. Tanpa wawasan kontekstual yang tepat: seperti aplikasi apa yang berjalan, sumber daya apa yang dikonsumsi, atau apakah masalah itu hanya terjadi pada model perangkat atau versi OS tertentu, menyelesaikan masalah menjadi proses yang lambat dan mahal.

Akibatnya, tim IT terpaksa masuk ke dalam siklus reaktif. Mereka menghabiskan waktu untuk menyelesaikan masalah yang berulang, mencari faktor penyebab masalah, dan menanggung biaya dukungan yang lebih tinggi. Sementara itu, karyawan terus menghadapi gangguan yang sebenarnya bisa dicegah, yang pada akhirnya mengurangi keterlibatan dan produktivitas.

Dengan dirilisnya kemampuan Digital Employee Experience (DEX), kini Endpoint Central melangkah lebih jauh dari sekadar manajemen dan keamanan endpoint terintegrasi (UEM). Endpoint Central kini membantu tim IT mendeteksi, mendiagnosis, dan mengatasi masalah yang mengganggu pengalaman kerja secara proaktif, sebelum masalah tersebut berdampak pada karyawan.

 

Apa yang baru dengan DEX di Endpoint Central? 

Endpoint Central telah menyediakan platform tunggal untuk mengelola dan mengamankan semua endpoint. Kini, Endpoint Central menghadirkan fitur DEX yang kuat yang meningkatkan peran IT dari reaktif menjadi proaktif.

  • Telemetri Real-Time: Selain memantau lebih dari 1.000 titik telemetri endpoint, Endpoint Central kini terus melacak lebih dari 20 metrik pengalaman yang telah ditentukan, seperti CPU, memori, disk, GPU, battery health, keterlambatan logon, crash aplikasi, dan banyak lagi. Admin IT dapat mengonfigurasi threshold untuk metrik ini, memastikan peringatan tepat waktu sebelum masalah mengganggu karyawan.

  • Diagnosis penyebab masalah: Ketika peringatan dipicu, tim IT menerima perincian tentang faktor-faktor penyebab, seperti versi aplikasi spesifik yang crash dan frekuensinya, atau model perangkat dan versi OS yang terkait dengan perlambatan yang berulang. Mirip dengan fitur troubleshooting canggih di Endpoint Central, insight kontekstual ini mempercepat analisis dan resolusi.

  • Remediasi Otomatis: Kemampuan remediasi Endpoint Central dalam patching dan pengelolaan konfigurasi kini diperluas dengan workflow builder bawaan, yang memungkinkan otomatisasi menyeluruh mulai dari deteksi hingga proses remediasi. Tim IT juga dapat memanfaatkan skrip bawaan dan silent fixes untuk menyelesaikan masalah dalam skala besar, sebelum pengguna menyadari adanya masalah.

  • Scoring dan Benchmarking: Setiap perangkat diberi skor pengalaman berdasarkan metrik yang dipantau. Skor ini dapat dijadikan benchmark terhadap baseline organisasi, sehingga memudahkan identifikasi perangkat dengan kinerja di bawah standar dan memprioritaskan intervensi IT.

  • Extensible Action Library: Selain otomatisasi bawaan, Endpoint Central kini menyediakan Action Library yang fleksibel. Tim IT dapat menggunakannya untuk skrip, pengumpul data, dan workflow bawaan atau custom. Fleksibilitas ini membantu organisasi menangani berbagai skenario kinerja khusus sekaligus terus mengembangkan kemampuan proaktif tim IT.

 

Mengapa ini penting? 

Integrasi DEX membawa manfaat besar di berbagai tingkatan:

  • Tim IT: Memperoleh visibilitas mendalam ke endpoint health, mengurangi volume tiket, dan meningkatkan waktu rata-rata untuk perbaikan (MTTR) dengan diagnosis kontekstual.

  • Karyawan: Menghilangkan gangguan yang berulang dan menmiliki pengalaman kinerja perangkat yang optimal .

  • Organisasi: Menurunkan biaya operasional (overhead), memperpanjang life cycle perangkat, dan meningkatkan Return on Investment (ROI)

 

Melangkah menuju manajemen endpoint yang independen

Dengan DEX yang kini terintegrasi di Endpoint Central, organisasi dapat menyatukan manajemen, keamanan, dan pengalaman dalam satu agen dan konsol. Konsolidasi ini menghilangkan silo, menyederhanakan operasi, dan memungkinkan troubleshooting yang lebih cepat dan proaktif dalam skala besar.

DEX juga berfungsi sebagai landasan untuk manajemen endpoint otonom. Dengan terus memantau dan menilai metrik pengalaman endpoint, tim IT mendapatkan visibilitas dan konteks yang diperlukan untuk memahami bagaimana perilaku perangkat dalam kondisi nyata. Insight ini menciptakan baseline di mana lapisan AI dan automasi di masa depan dapat diterapkan, yang pada akhirnya memungkinkan endpoint untuk mendeteksi masalah dan melakukan remediasi sendiri tanpa intervensi manusia.

 

Availability 

DEX ditawarkan dalam dua opsi fleksibel untuk memenuhi kebutuhan IT yang berbeda. Tersedia sebagai add-on untuk Endpoint Central, mendukung deployment on-premises maupun cloud.

Bagi organisasi yang mencari solusi manajemen pengalaman khusus tanpa mengadopsi platform UEM penuh, DEX juga tersedia sebagai produk SaaS standalone yang disebut DEX Manager Plus.

Coba DEX di Endpoint Central hari ini dan tingkatkan cara Anda mengelola pengalaman karyawan!

Tulisan ini merupakan terjemahan dari blog berjudul Proactive IT made simple: DEX comes to Endpoint Central oleh Karthika Surendran.