
Koleksi agent untuk workflow umum terus berkembang. Deploy langsung dari Zia Agent Store hanya dalam beberapa klik, lalu gunakan segera melalui Ask Zia.
Merangkum setiap logon, akses file, akses application, dan alert yang terpicu untuk pengguna tertentu ke dalam satu ringkasan. Agent ini dirancang untuk review sebelum terminasi, audit compliance, dan investigasi aktif.
Meninjau alert dalam rentang waktu tertentu, mengidentifikasi entitas yang sama (host, pengguna, IP), lalu menyusunnya menjadi rangkaian serangan yang paling mungkin dengan label tahapan MITRE ATT&CK. Agent ini membantu menampilkan keterkaitan yang sekilas tampak tidak berhubungan.

Membutuhkan agent yang lebih spesifik untuk lingkungan Anda? Jelaskan kebutuhan Anda dengan bahasa natural, lalu Zia Agent Studio akan membuatkan agent tersebut. Anda juga dapat membangunnya dari awal dengan kontrol penuh atas setiap pengaturan.
Berikut gambaran praktik membangun agent menggunakan workflow compliance GDPR sebagai contoh.
Anda membuka Agent Studio, memberi nama agent tersebut "GDPR Compliance Check Agent", lalu menetapkan perannya: menampilkan ringkasan compliance GDPR yang terstruktur berdasarkan kebijakan organisasi dan data log terkini. Instruksinya mengarahkan agent untuk memastikan akurasi dan kelengkapan terhadap persyaratan GDPR, menandai informasi yang kurang atau belum jelas, serta menyajikan temuan dalam format yang mudah ditinjau.
Anda memilih lima API tool Log360 yang telah disediakan: logs360_getCompliance, logs360_simpleSearch, logs360_getReports, logs360_getAlerts, dan logs360_getCompliancePolicy. Agent akan menggunakan tool ini untuk mengambil data yang dibutuhkan. Di luar set ini, tidak ada akses lain yang tersedia bagi agent.
Anda menambahkan kebijakan organisasi, materi referensi, daftar pengguna, dan daftar perangkat kritis. Konteks inilah yang digunakan agent saat melakukan penalaran untuk pemeriksaan compliance, sehingga output yang dihasilkan mencerminkan lingkungan Anda, bukan asumsi umum.
Lakukan: pastikan tidak ada PII yang muncul dalam output, dan tandai informasi yang kurang atau belum jelas.
Jangan: menyimpulkan atau membuat detail compliance yang tidak didukung data, serta jangan menyimpang dari struktur yang telah ditetapkan. Setelah di-deploy, agent akan langsung aktif di Log360.

Investigasi keamanan jarang hanya berlangsung di satu produk. Agent dapat bekerja di seluruh security stack Anda, menarik konteks dari masing-masing sistem untuk menghasilkan satu jawaban yang terintegrasi.
Contohnya pada analisis risiko perangkat. Anda cukup mengetik: "Analyze risk for device [DeviceName]." Agent dapat melakukan kueri ke ServiceDesk Plus untuk melihat dampak bisnis perangkat dan pemilik asetnya, memeriksa Endpoint Central untuk menemukan vulnerability yang diketahui, meninjau Log360 untuk deteksi serta sinyal risiko UEBA, dan menggunakan Site24x7 untuk melihat anomali perangkat. Hasilnya adalah ringkasan risiko yang terkonsolidasi, lengkap dengan indikator mencurigakan yang ditandai, lintas empat produk, dalam hitungan menit.
Pola yang sama juga dapat diterapkan di seluruh operasi keamanan Anda. Agent dapat menyelidiki pengguna yang berpotensi terdampak kompromi dengan mengorelasikan anomali logon, aset yang ditetapkan kepada pengguna tersebut, dan kondisi perangkatnya. Agent juga dapat menilai eksposur terhadap IoC atau TTP tertentu dengan memindai log, memetakan vulnerability, dan mengevaluasi dampak bisnis. Ketika advisory CVE baru dirilis, agent dapat dijalankan untuk mengidentifikasi aset yang terdampak, memprioritaskannya berdasarkan dampak bisnis, dan memeriksa tanda-tanda eksploitasi aktif.

Setiap agent yang Anda bangun atau deploy berjalan di lapisan platform yang sama. Berikut cara komponen-komponen ini saling terhubung.
Langkah pertama adalah memberikan akses yang dibutuhkan agent. API tool Log360 yang telah tersedia mencakup pencarian, alert, insiden, compliance, dan lainnya. Anda tinggal memilih tool yang relevan dengan tugasnya. External API juga dapat ditambahkan bila diperlukan. Agent hanya akan bekerja dalam cakupan yang Anda otorisasi.
Selanjutnya, Anda memberikan konteks. Knowledge base memungkinkan agent memanfaatkan SOC SOP, runbook internal, kebijakan compliance, atau materi referensi lainnya saat menjalankan penalaran atas suatu tugas. Inilah yang membedakan respons AI generik dari respons yang benar-benar memahami lingkungan Anda.
Sebelum agent aktif, Anda menetapkan aturan mainnya. Guardrails menentukan apa yang harus selalu dilakukan agent dan apa yang tidak boleh dilakukan. Pemeriksaan bias dan filter toxic content sudah tersedia secara bawaan. Dalam lingkungan SOC, ketika agent menangani log dan alert yang sensitif, batasan ini tetap berlaku apa pun arah sesi percakapannya.
Setelah di-deploy, setiap sesi dapat diamati sepenuhnya. Anda dapat meninjau proses penalaran agent langkah demi langkah: kueri yang dijalankan, tool yang dipanggil, hingga keputusan yang diambil. Seluruh trace tersedia untuk kebutuhan review compliance tanpa upaya tambahan.
Model yang digunakan agent juga dapat Anda pilih. Model hosted dari Zoho, ChatGPT, dan lainnya didukung. Agent yang berbeda dalam lingkungan Anda dapat berjalan dengan model yang berbeda, tergantung pada kompleksitas tugasnya.

Mulai dengan free trial Log360 Cloud dan eksplorasi Ask Zia, agent keamanan siap pakai, serta integrasi MCP. Atau, diskusikan dengan tim kami untuk melihat bagaimana AI agents dapat diterapkan dalam operasi keamanan Anda.