Tips untuk tetap fokus di dunia yang penuh notifikasi

Top Tips adalah kolom mingguan yang menyoroti tren terkini di dunia teknologi dan memberikan cara-cara untuk mengeksplorasi tren tersebut. Minggu ini, kami akan membahas salah satu tantangan terbesar dalam dunia kerja modern: tetap fokus di tengah dunia yang dipenuhi oleh notifikasi.

Di dunia yang sangat terhubung seperti sekarang, fokus merupakan kemampuan yang sulit dimiliki. Setiap bunyi ping, pop-up, dan alert menuntut perhatian dan menjauhkan kita dari pekerjaan dan pemikiran yang mendalam. Apa pun sumber bunyinya, baik ponsel yang menyala karena pesan masuk, desktop yang menampilkan notifikasi email, atau software kolaborasi yang terus berbunyi tanpa henti, efek yang ditimbulkan tetap sama, yaitu fokus yang terpecah dan mental yang penat.

Menurut Laporan Workplace Distractions 2025 dari Clockify, karyawan rata-rata menghabiskan 127 jam per tahun hanya untuk mendapatkan kembali fokus yang terganggu. Waktu ini setara dengan lebih dari tiga minggu kerja penuh yang digunakan hanya untuk memulihkan konsentrasi yang hilang akibat notifikasi tanpa henti. Penelitian tersebut juga menunjukkan bahwa terlalu sering berpindah konteks antara aplikasi dan notifikasi dapat secara signifikan menurunkan produktivitas dan meningkatkan tingkat kelelahan mental. 

Dengan kata lain, bukan teknologinya yang membuat kita kehilangan arah, melainkan distraksi dari notifikasi yang terus-menerus muncul dan kecenderungan kita untuk segera merespons. Akan tetapi, dengan sedikit usaha, kita bisa melakukan beberapa penyesuaian kecil dalam mengembalikan kendali fokus.

 

Cara tetap fokus di tengah banyaknya notifikasi

Berikut empat cara praktis untuk tetap fokus di dunia yang penuh notifikasi:

1. Audit notifikasi Anda 

Anda mungkin akan terkejut setelah melihat berapa banyak notifikasi yang diterima setiap hari. Sebenarnya, banyak di antara notifikasi tersebut tidak diperlukan atau tidak mendesak, seperti pembaruan sistem, pesan chat, email, dan pengingat aplikasi. 

Oleh karena itu, tinjau pengaturan perangkat dan nonaktifkan notifikasi yang tidak penting. Simpan hanya yang benar-benar perlu segera ditangani, seperti komunikasi langsung dari tim atau pembaruan keamanan penting. Hal ini dapat membantu Anda fokus pada hal yang benar-benar penting dan secara drastis mengurangi gangguan.

2. Jadwalkan waktu fokus 

Untuk benar-benar menyelesaikan pekerjaan penting, Anda dapat menyisihkan waktu khusus bebas dari gangguan. Gunakan fitur seperti Do Not Disturb atau Focus Mode pada perangkat untuk membisukan notifikasi, sehingga Anda bisa berkonsentrasi penuh pada hal-hal yang paling penting. Sebagian besar perangkat sudah memiliki fitur bawaan ini yang dapat disesuaikan agar hanya notifikasi penting yang tetap masuk. 

Namun, Anda juga tetap perlu memberi tahu tim atau rekan kerja ketika akan memasuki waktu fokus. Bersikap terbuka tentang hal ini membantu menghindari kesalahpahaman dan bahkan bisa mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama. Hanya dengan dua sesi fokus berdurasi sekitar satu hingga satu setengah jam setiap hari, produktivitas Anda bisa meningkat pesat dan pikiran pun menjadi lebih jernih.

3. Sentralisasi dan sederhanakan komunikasi 

Beralih bolak-balik antara berbagai channel komunikasi seperti email, chat, project tool, dan platform media sosial dapat benar-benar menguras energi. Jangan biarkan setiap notifikasi aplikasi memotong fokus, atur komunikasi digital Anda. 

Jika memungkinkan, integrasikan tool agar pesan dari berbagai platform muncul di satu tempat. Atau, tetapkan aturan yang jelas dalam tim: gunakan chat untuk pertanyaan mendesak, email untuk update, dan workspace bersama untuk dokumentasi. Hal ini akan menghindari Anda dari notification fatigue dan peralihan fokus yang tak kunjung berhenti.

4. Latih kesadaran digital 

Sangat mudah untuk bereaksi begitu notifikasi muncul. Sebagian besar dari kita melakukannya tanpa berpikir. Namun, memutus kebiasaan itu dimulai dari kesadaran. Saat ponsel Anda bergetar atau inbox berbunyi, berhentilah sejenak sebelum merespons dan tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar perlu perhatianku sekarang?” 

Selain itu, Anda juga bisa mencoba untuk mengecek notifikasi hanya di waktu tertentu, bukan langsung bereaksi setiap kali notifikasi muncul. Anda juga perlu memberi waktu istirahat sejenak dari screen time. Caranya, regangkan tubuh, minum air, atau sekadar tarik napas. Tujuannya bukan untuk sepenuhnya memutus koneksi, tetapi agar Anda lebih sadar kapan dan bagaimana harus terhubung dengan dunia digital. Dengan begitu, Anda akan merasa lebih tenang, lebih fokus, dan tidak mudah terpecah ke berbagai arah.


 

Di dunia yang mengharapkan kita selalu “online”, memilih kapan untuk memutuskan koneksi justru merupakan cara yang baik untuk meningkatkan produktivitas. Namun, ini bukan berarti Anda sepenuhnya menyingkirkan teknologi, melainkan menggunakannya dengan lebih bijak dan penuh kesadaran. Dengan membangun kebiasaan yang mindful dan melakukan beberapa penyesuaian kecil, Anda dapat kembali mengendalikan perhatian, memberi ruang bagi diri sendiri untuk fokus secara mendalam, dan menciptakan pekerjaan yang bermakna.

Tulisan ini merupakan terjemahan dari blog berjudul Top tips for staying focused in a notification-heavy world oleh Monideepa Mrinal Roy.