Top tips: Cara organisasi IT berskala kecil mengelola biaya development dengan efisien
Top Tips adalah kolom mingguan yang membahas perkembangan terbaru di dunia teknologi dan menawarkan panduan praktis untuk membantu Anda tetap kompetitif. Dalam edisi kali ini, kami membahas cara tim IT berskala kecil dapat mengoptimalkan biaya development secara efektif tanpa menurunkan kualitas atau menghambat pertumbuhan jangka panjang.

Bagi perusahaan IT berskala besar yang melayani jutaan pengguna di berbagai negara, mengeluarkan banyak biaya untuk kebutuhan development adalah hal yang wajar. Selama pengeluaran tersebut terkendali dan margin keuntungan terjaga, hal ini bukan masalah besar. Sayangnya, tidak semua organisasi IT memiliki anggaran yang besar untuk development.
Kenyataannya, sebagian besar bisnis tidak memiliki sumber daya sebesar itu. Usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencakup sekitar 90% dari total bisnis di seluruh dunia, sehingga memiliki anggaran yang terbatas adalah hal wajar. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi organisasi IT dan software developer berskala kecil, yang sering kali tidak memiliki sumber daya untuk terus menanggung biaya besar dalam proses development.
Berikut tiga strategi yang dapat membantu UMKM di sektor software developer untuk mengurangi biaya tanpa menurunkan kualitas produk.
Tiga cara mengendalikan biaya development
1. Manfaatkan cloud computing
Cloud computing, terutama layanan Platform as a Service (PaaS) dan Function as a Service (FaaS), menjadi solusi penting bagi organisasi TI berskala kecil. Layanan ini membantu mengurangi beban pengelolaan infrastruktur backend, seperti server, software server, dan komponen hardware lainnya.
Dengan cloud computing, aplikasi dapat dijalankan dan di-hosting langsung melalui server milik penyedia layanan. Beberapa penyedia PaaS, seperti Zoho Catalyst, bahkan dirancang khusus untuk kebutuhan UMKM. Sebagian besar juga menggunakan model pembayaran berdasarkan pemakaian (pay as you go), yang memungkinkan perusahaan menghemat biaya secara lebih efisien dalam jangka panjang.
2. Manfaatkan low-code development
Seiring meningkatnya biaya development, citizen development menjadi solusi yang semakin relevan bagi UMKM. Melalui pendekatan ini, individu tanpa keahlian pemrograman dapat membuat aplikasi sendiri dengan lebih efisien.
Platform low-code development seperti ManageEngine AppCreator memungkinkan pengguna untuk membangun dan menerapkan aplikasi dengan cepat melalui dashboard pengembangan yang intuitif dan mudah digunakan, tanpa memerlukan banyak penulisan kode. Selain itu, AppCreator juga bersifat fleksibel, karena memberikan ruang bagi pengguna untuk menyesuaikan atau mengubah kode dasar sesuai kebutuhan.
3. Prioritaskan development modular dan reusable
Modular development merupakan pendekatan development yang berfokus pada fitur atau fungsi khusus, dengan penekanan pada aspek reusability (penggunaan ulang) dan efisiensi biaya. Pendekatan ini melibatkan pembuatan komponen atau modul yang dirancang untuk tugas tertentu, yang kemudian dapat digunakan kembali dalam program atau aplikasi lain milik organisasi.
Strategi ini membantu menghemat waktu dan biaya karena tim tidak perlu menulis ulang kode untuk kebutuhan yang sama setiap kali. Hasilnya, efisiensi development meningkat dan kemampuan sistem untuk berkembang menjadi lebih optimal.
Strategi skalabilitas untuk pertumbuhan yang berkelanjutan
Skalabilitas penting bagi setiap organisasi, terutama bagi UMKM yang sedang berkembang pesat. Dengan menerapkan strategi development yang mudah dirancang, dikelola, dan diperluas, organisasi IT berskala kecil dapat lebih siap menyesuaikan diri dengan perubahan pasar tanpa membuat biaya development melonjak.
Selain itu, pemilihan infrastruktur yang tepat, platform development yang fleksibel, serta desain yang dapat dimanfaatkan kembali tidak hanya membantu menghemat biaya dalam jangka pendek, tetapi juga membangun dasar pertumbuhan jangka panjang. Dengan pendekatan ini, UMKM dapat tumbuh secara konsisten dan tetap percaya diri menghadapi peningkatan kebutuhan bisnis di masa depan.