Strategi meningkatkan integritas data dengan SIEM

Dalam operasional sehari-hari, data terus diandalkan untuk mengambil keputusan penting, mulai dari menentukan strategi bisnis, mengelola keuangan, hingga merespons insiden keamanan. Keputusan berbasis data ini sangat penting dan berisiko. Itulah mengapa, integritas data atau data integrity menjadi faktor krusial agar data tetap akurat, konsisten, dan dapat dipercaya.

Untuk menjaga integritas data di tengah kompleksitas lingkungan IT, organisasi membutuhkan pendekatan keamanan yang mampu memantau dan mengendalikan aktivitas data secara menyeluruh. Salah satu pendekatan tersebut adalah pemanfaatan solusi SIEM. Blog ini akan membahas tentang apa itu data integrity dan bagaimana SIEM membantu organisasi mewujudkannya.

 

Apa itu data integrity dan mengapa penting?

Data integrity adalah serangkaian standar dan proses yang diterapkan untuk menjaga akurasi, keutuhan, konsistensi, dan validitas data organisasi di dalam database. Tujuannya untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam pengambilan keputusan maupun operasional harian benar-benar dapat diandalkan.

Pada umumnya, organisasi kini sudah semakin data-driven. Data dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti melakukan riset pasar dan memitigasi risiko ancaman siber. Oleh karena itu, kualitas data menjadi faktor penting dalam mendukung strategi dan pertumbuhan bisnis.

Tidak hanya itu, data integrity juga berperan penting dalam memenuhi regulasi seperti GDPR dan UU PDP. Regulasi ini mewajibkan organisasi untuk melindungi data internal maupun data pelanggan dari penggunaan atau akses yang tidak sah. Dengan menjaga integritas data, organisasi dapat memastikan perlindungan data sekaligus memenuhi ketentuan keamanan yang berlaku.

 

Apa contoh data integrity di organisasi?

Data integrity bukan sekadar konsep teknis, tetapi dapat dilihat langsung dari bagaimana data dikelola dan digunakan sehari-hari di dalam organisasi. Berikut beberapa contoh penerapan data integrity yang umum ditemui di lingkungan organisasi.

Data konsisten di berbagai sistem

Data karyawan biasanya tersimpan di berbagai sistem, seperti payroll dan HR. Meskipun disimpan di sistem yang berbeda, data karyawan harus tetap sama. Nama, jabatan, dan status karyawan harus selalu sinkron.

Data tetap akurat dan tidak berubah tanpa izin

Sebagai contoh, database customer menyimpan alamat email dan nomor telepon yang sama persis seperti saat dimasukkan pertama kali. Data seperti ini tidak boleh mengalami perubahan, kecuali dilakukan oleh user yang berwenang dan tercatat dalam sistem. Jika ada perubahan, maka harus tercatat dalam audit trail.

Data tidak rusak saat disimpan atau dipindahkan

Data harus tetap bisa dibuka dan dibaca dengan benar, meskipun telah disimpan dalam jangka waktu lama atau dipindahkan antar sistem. Sebagai contoh, laporan keuangan atau dokumen kontrak yang dipindahkan dari server internal ke cloud storage harus memiliki isi yang sama persis dan tidak rusak. File tidak boleh corrupt, isinya tidak boleh berubah, dan data harus dapat diakses tanpa kendala.

Data dapat dipulihkan dalam kondisi utuh

Dalam beberapa kasus, data mungkin bisa saja hilang atau rusak karena serangan ransomware maupun kegagalan sistem. Namun, jika data integrity terjaga, data penting seperti nomor kontak pelanggan bisa dipulihkan dari backup dalam kondisi utuh, tanpa kehilangan isi atau perubahan yang tidak sah.

 

Apa saja tipe data integrity?

Supaya data tetap utuh dan bisa dipercaya, organisasi biasanya menjaga data dari lima sisi utama, yaitu:

Physical integrity

Physical integrity fokus pada perlindungan data dari sisi lingkungan dan infrastruktur penyimpanan. Tipe data integrity ini memastikan data tetap aman, utuh, dan benar saat disimpan atau diambil secara fisik.

Namun, physical integrity juga bisa gagal karena berbagai risiko, seperti gangguan listrik, kerusakan hardware/storage, serangan hacker ke database, dan bencana alam.

Entity integrity

Entity integrity memastikan setiap data harus punya identitas unik dan tidak bernilai kosong. Tujuannya untuk mencegah terjadinya duplikasi data atau data yang kosong namun dianggap valid oleh sistem.

Contohnya adalah kolom 'ID karyawan' dalam tabel data karyawan. Kolom ini harus diisi oleh nilai yang berbeda untuk setiap karyawan. Hal ini penting agar sistem dapat mengidentifikasi dan membedakan setiap karyawan secara akurat.

Referential integrity

Referential integrity berperan dalam memastikan hubungan antardata di dalam database tetap berkaitan dan logis. Dalam praktiknya, tabel-tabel dalam database memang saling terhubung, fungsinya untuk mencegah tidak ada data yang berdiri sendiri sekaligus menjaga keselarasan data secara keseluruhan.

Domain integrity

Tipe integritas ini fokus pada akurasi data dalam domain. Domain itu sendiri merujuk pada format dan aturan yang ditetapkan untuk setiap kolom dalam tabel. Melalui domain integrity, organisasi dapat memastikan bahwa tipe data, format, dan nilai yang dimasukkan tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebagai contoh, kolom 'umur' hanya boleh diisi data numerik. Jika kolom ini diisi huruf atau teks, maka artinya data dianggap tidak memenuhi domain integrity.

User-defined integrity

Tipe data integrity ini memastikan data yang disimpan sesuai dengan aturan dan batasan yang ditetapkan user atau organisasi. Biasanya, aturan ini dibuat untuk menyesuaikan data dengan kebutuhan bisnis tertentu.

 

Apa saja risiko yang mengancam data integrity?

Seiring meningkatnya ketergantungan organisasi terhadap data, berbagai risiko dapat muncul dan memengaruhi integritas data. Berikut beberapa risiko utamanya.

Kesalahan internal

Sumber risiko integritas data bisa datang dari internal organisasi itu sendiri. Risiko ini sering kali terjadi akibat kelalaian karyawan, namun tidak menutup kemungkinan adanya niat jahat berupa tindakan disengaja yang merugikan.

Sebagai contoh, karyawan tidak mematuhi standar atau protokol dalam penyimpanan dan pemrosesan data. Dalam situasi yang lebih serius, bisa saja ada karyawan yang sengaja mengubah data karena motif pribadi atau konflik internal.

Infeksi malware dan spyware

Aplikasi atau software tidak resmi sering kali ikut membawa masuk malware dan spyware ke dalam sistem. Ketika kedua ancaman ini sudah menginfeksi jaringan, mereka dapat mengubah, merusak, hingga mencuri data yang tersimpan.

Masalah hardware

Gangguan pada hardware, seperti server atau komputer yang mengalami crash atau malfungsi, dapat menganggu integritas data yang disimpan. Kondisi ini dapat menyebabkan data terhapus secara tiba-tiba, akses data menjadi terbatas, proses analisis terganggu, hingga terjadinya kerusakan data.

Masalah transfer data

Dalam operasional sehari-hari, data sering dipindahkan antardatabase, sistem, atau departemen. Namun, proses ini tidak selalu berjalan mulus dan berpotensi menimbulkan inkonsistensi data.

Kesalahan transfer terjadi ketika data tidak berhasil berpindah secara utuh antarlokasi database. Contohnya saat sebagian data sudah tercatat di tabel tujuan tetapi tidak tersedia di tabel sumber dalam sistem database relasional.

 

Bagaimana cara memastikan data integrity di organisasi?

Untuk menjaga integritas data, organisasi perlu menerapkan kebijakan, proses, dan teknologi yang tepat. Salah satu teknologi yang mendukung upaya ini adalah SIEM (Security Information and Event Management), yang berperan sebagai pusat visibilitas, korelasi, dan analisis aktivitas data di seluruh lingkungan IT.

Berikut beberapa praktik SIEM yang bisa diterapkan untuk memastikan data integrity.

Monitoring aktivitas file dan folder

Data yang tersimpan di dalam file dan folder tertentu perlu diawasi secara berkelanjutan. Proses pemantauan ini mencakup visibilitas tentang siapa yang mengakses data, perubahan apa yang dilakukan, serta waktu terjadinya akses atau modifikasi pada file dan folder tersebut.

Dalam konteks SIEM, log aktivitas file dan folder yang tersebar di beragam sistem akan dikumpulkan dan dianalisis secara terpusat. Pemanfaatan file server auditing software dan SIEM memungkinkan organisasi membangun audit trail yang utuh serta mendeteksi aktivitas mencurigakan, seperti perubahan massal atau akses tidak wajar ke data sensitif, secara lebih cepat dan terkoordinasi.

Scanning berkelanjutan untuk identifikasi ancaman

Data organisasi rentan terhadap berbagai jenis ancaman siber. Untuk meminimalkan risiko tersebut, diperlukan proses scanning berkelanjutan terhadap berbagai potensi ancaman, termasuk insider threat dan ransomware.

Threat detection software yang merupakan bagian dari SIEM membantu melindungi data dengan cara:

- Mengidentifikasi lokasi data yang terlalu terekspos dan ditempatkan di lokasi yang tidak aman, misalnya folder public yang bisa diakses oleh banyak orang.

- Mendeteksi pola akses data yang tidak wajar dan ancaman siber secara real-time.

- Mengirimkan alert agar tim IT dapat segera mengambil tindakan.

- Mengaktifkan mekanisme respons ancaman otomatis untuk mempercepat penanganan insiden.

Backup data penting

Data penting, terutama yang memuat informasi sensitif dan berdampak langsung pada organisasi, perlu di-backup sebagai langkah antisipasi jika terjadi gangguan, kerusakan, atau kehilangan. Dengan melakukan backup, organisasi memiliki salinan data yang masih utuh, aman, dan tidak mengalami manipulasi.

Namun, volume data organisasi umumnya sangat besar dan tersebar di berbagai platform serta layanan. Untuk menangani backup data dalam jumlah besar, solusi backup dan disaster recovery dapat digunakan. Solusi ini memungkinkan backup dan recovery dari berbagai sistem seperti Active Directory, Azure Active Directory, Microsoft 365, dan Google Workspace. Proses backup dapat dilakukan secara inkremental, pemulihan data secara granular, serta penyimpanan cadangan dapat dilakukan secara fleksibel baik di lingkungan on-premise maupun cloud.

Implementasi prinsip least privilege dan role-based access control

Prinsip least privilege merujuk pada pemberian akses seminimal mungkin ke resource tertentu. Akses diberikan secara selektif dan tidak berlebihan, menyesuaikan dengan tugas masing-masing user. Dengan mekanisme ini, organisasi dapat menjaga integritas data karena aksesnya dikontrol secara ketat.

Sementara itu, role-based access control merupakan metode pengelolaan akses berdasarkan peran (role) user di dalam organisasi. Misalnya, ada user dengan role administrator atau staff yang memiliki perbedaan tingkat akses terhadap resource tertentu. Melalui RBAC, sistem dan aplikasi yang menyimpan data penting hanya dapat diakses oleh user dengan peran yang sesuai, sehingga integritas data tetap terjaga.

SIEM memperkuat penerapan kedua prinsip ini dengan memantau aktivitas akses data, eskalasi hak akses, dan penggunaan akun privileged. Jika terdapat anomali, tim IT bisa segera mengetahuinya. Dengan visibilitas ini, organisasi dapat memastikan bahwa kebijakan akses diterapkan secara konsisten dan setiap pelanggaran terhadap integritas data dapat segera diidentifikasi.

 

Awasi integritas data Anda secara menyeluruh

Di tengah meningkatkan ketergantungan bisnis terhadap data, menjaga integritas data bukan lagi sekadar kebutuhan teknis, melainkan fondasi penting bagi pengambilan keputusan, keamanan, dan kepatuhan regulasi.

Didukung oleh platform SIEM yang terintegrasi, organisasi dapat membangun strategi data integrity yang sesuai dengan kebutuhan dan kompleksitas lingkungan IT. Dengan demikian, organisasi dapat memastikan data tetap akurat, konsisten, dan dapat dipercaya.

Cari tahu selengkapnya tentang bagaimana solusi SIEM ManageEngine membantu Anda menjaga data integrity. Temukan produk yang tepat untuk Anda di sini!