Apa Itu Mobile Device Management (MDM)? Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya

Mobile Device Management (MDM) adalah sistem untuk mengelola, memantau, dan mengamankan perangkat mobile seperti smartphone dan tablet melalui satu platform terpusat. Sistem ini memungkinkan tim IT mengatur konfigurasi, mendistribusikan aplikasi, menerapkan kebijakan keamanan, serta mengunci perangkat atau menghapus data perusahaan dari jarak jauh.

Semakin luasnya penggunaan perangkat mobile untuk bekerja turut meningkatkan kebutuhan akan pengelolaan perangkat yang efektif. Berdasarkan laporan Grand View Research, nilai pasar Mobile Device Management global diperkirakan mencapai USD 7,67 miliar pada 2024. Angka tersebut diproyeksikan meningkat menjadi USD 28,37 miliar pada 2030, dengan CAGR 24,5% sepanjang 2025-2030.

Dalam operasional perusahaan, perangkat yang perlu dikelola bukan hanya smartphone karyawan, tetapi juga tablet kasir, perangkat tim lapangan, dan perangkat pribadi yang digunakan untuk bekerja melalui kebijakan Bring Your Own Device (BYOD). Tanpa sistem pengelolaan terpusat, memastikan seluruh perangkat menggunakan konfigurasi yang tepat dan memenuhi standar keamanan menjadi tantangan bagi tim IT.

Apa Itu Mobile Device Management (MDM) ?

MDM atau Mobile Device Management adalah solusi pengelolaan perangkat mobile yang memungkinkan tim IT mengatur, memantau, dan mengamankan perangkat perusahaan dari satu konsol terpusat. Perangkat yang dikelola dapat mencakup smartphone dan tablet berbasis Android, iOS, maupun iPadOS, baik milik perusahaan maupun perangkat pribadi karyawan yang digunakan untuk bekerja.

Melalui sistem MDM, administrator IT dapat menerapkan berbagai pengaturan tanpa harus mengakses setiap perangkat secara langsung. Misalnya, mengonfigurasi jaringan Wi-Fi perusahaan, mendistribusikan aplikasi kerja, membatasi penggunaan fitur tertentu, hingga memastikan perangkat menggunakan kata sandi dan pengaturan keamanan yang sesuai.

MDM juga membantu perusahaan mengendalikan risiko keamanan ketika perangkat hilang, dicuri, atau digunakan di luar kebijakan IT. Bergantung pada jenis perangkat dan metode pengelolaannya, administrator dapat mengunci perangkat, menghapus data perusahaan, atau membatasi akses ke sumber daya tertentu melalui integrasi dengan sistem keamanan lainnya.

Fungsi Utama Mobile Device Management  

Diagram lima fungsi utama MDM: device management, security, application, content, dan monitoring

Apa Fungsi Mobile Device Management (MDM)?

Fungsi utama Mobile Device Management (MDM) adalah membantu tim IT mengelola perangkat mobile secara terpusat sekaligus memastikan perangkat tersebut memenuhi kebijakan keamanan perusahaan. Melalui software MDM, administrator dapat mengatur perangkat sejak pertama kali digunakan, mengelola aplikasi, memantau status keamanan, hingga melakukan tindakan jarak jauh ketika terjadi masalah.

Berikut beberapa fungsi MDM dalam pengelolaan perangkat perusahaan.

1. Pendaftaran dan konfigurasi perangkat (Device Enrollment)

Sebelum dapat dikelola, perangkat perlu didaftarkan ke dalam sistem MDM melalui proses yang disebut device enrollment. Proses ini menghubungkan perangkat dengan platform manajemen sehingga administrator IT dapat menerapkan pengaturan dan kebijakan yang sesuai.

Pendaftaran perangkat dapat dilakukan secara manual maupun otomatis, bergantung pada sistem operasi dan metode enrollment yang tersedia. Untuk perangkat perusahaan dalam jumlah besar, metode otomatis seperti Android Zero-touch Enrollment dan Apple Automated Device Enrollment dapat membantu mempercepat proses konfigurasi awal. Setelah perangkat terdaftar, tim IT dapat mengatur konfigurasi Wi-Fi, VPN, email perusahaan, serta pengaturan lainnya tanpa harus melakukan konfigurasi satu per satu.

2. Penerapan kebijakan keamanan (Policy Enforcement)

MDM memungkinkan perusahaan menetapkan kebijakan keamanan yang berlaku pada perangkat yang dikelola. Kebijakan ini membantu memastikan perangkat memenuhi standar keamanan sebelum digunakan untuk mengakses aplikasi dan data perusahaan. Beberapa kebijakan yang dapat diterapkan antara lain:

  • Mewajibkan penggunaan PIN, kata sandi, atau metode autentikasi yang didukung perangkat.
  • Mengatur persyaratan enkripsi perangkat.
  • Membatasi penggunaan kamera, Bluetooth, atau fitur tertentu sesuai kebutuhan operasional.
  • Mendeteksi perangkat yang tidak memenuhi kebijakan keamanan, termasuk indikasi root atau jailbreak.
  • Membatasi akses ke aplikasi atau layanan perusahaan berdasarkan status kepatuhan perangkat, jika terintegrasi dengan sistem akses yang mendukung.

3. Pengelolaan aplikasi (Application Management)

Selain mengatur perangkat, MDM membantu tim IT mengelola aplikasi yang digunakan karyawan untuk bekerja. Administrator dapat mendistribusikan aplikasi perusahaan, mengatur pembaruan, serta membatasi penggunaan aplikasi yang tidak diizinkan. Contohnya, perusahaan retail dapat menginstal aplikasi kasir pada seluruh tablet operasional tanpa perlu meminta karyawan mengunduh aplikasi secara manual. Ketika tersedia versi baru, tim IT juga dapat mendistribusikan pembaruan melalui konsol manajemen. MDM juga mendukung pengelolaan aplikasi internal yang tidak tersedia di toko aplikasi publik, sehingga perusahaan memiliki kontrol lebih besar terhadap aplikasi bisnis yang digunakan.

4. Pengelolaan dan troubleshooting perangkat dari jarak jauh

Ketika perangkat mengalami masalah, administrator IT tidak selalu harus memeriksanya secara langsung. MDM menyediakan kemampuan pengelolaan jarak jauh untuk membantu tim IT melakukan tindakan administratif dan menangani masalah perangkat. Bergantung pada sistem operasi dan kemampuan software MDM, administrator dapat:

  • Memeriksa status dan konfigurasi perangkat.
  • Mengirimkan perubahan pengaturan dari konsol pusat.
  • Menjalankan perintah untuk mengunci atau me-restart perangkat.
  • Melakukan remote troubleshooting pada perangkat yang mendukung.
  • Menghapus data perusahaan atau melakukan factory reset jika diperlukan dan diizinkan.

Fungsi ini sangat membantu perusahaan yang memiliki karyawan atau perangkat operasional di berbagai lokasi karena tim IT dapat menangani sebagian masalah tanpa harus mendatangi setiap cabang.

5. Pemantauan dan inventaris perangkat (Device Monitoring)

MDM membantu perusahaan mengetahui perangkat apa saja yang terdaftar dan digunakan dalam lingkungan IT mereka. Informasi ini dapat mencakup model perangkat, sistem operasi, aplikasi yang terinstal, status kepatuhan, dan detail perangkat lainnya.

Melalui manajemen aset perangkat mobile, administrator dapat mengidentifikasi perangkat yang menggunakan sistem operasi lama, memiliki aplikasi yang tidak diizinkan, atau belum memenuhi kebijakan keamanan. Informasi tersebut membantu tim IT menentukan perangkat mana yang memerlukan pembaruan atau tindakan lanjutan, sekaligus mempermudah inventarisasi perangkat milik perusahaan.

6. Perlindungan data perusahaan (Data Protection)

Perangkat mobile sering digunakan untuk mengakses email, dokumen, dan aplikasi bisnis yang menyimpan informasi perusahaan. Jika perangkat hilang atau digunakan tanpa pengamanan yang memadai, data tersebut berisiko diakses oleh pihak yang tidak berwenang. MDM membantu mengurangi risiko ini melalui beberapa mekanisme, seperti penerapan kebijakan keamanan, pembatasan berbagi data, dan pemisahan data pekerjaan dari data pribadi pada platform yang mendukung.

Pada perangkat yang dikelola, administrator juga dapat menjalankan perintah remote lock atau remote wipe sesuai kemampuan platform dan metode enrollment. Dengan demikian, perusahaan memiliki opsi untuk melindungi data ketika perangkat hilang, dicuri, atau tidak lagi digunakan oleh karyawan. Kemampuan tersebut menjadikan MDM salah satu komponen penting dalam strategi keamanan endpoint, terutama bagi perusahaan yang mengizinkan akses ke sistem bisnis melalui perangkat mobile.

Bagaimana cara kerja MDM?

Diagram alur cara kerja MDM

MDM bekerja dengan menghubungkan perangkat mobile ke sistem manajemen terpusat, sehingga administrator IT dapat mengirimkan konfigurasi, menerapkan kebijakan keamanan, dan memantau perangkat dari jarak jauh. Proses ini umumnya melibatkan konsol MDM, perangkat yang dikelola, serta mekanisme komunikasi yang didukung sistem operasi. Setelah perangkat terdaftar, administrator dapat mengelolanya tanpa harus melakukan konfigurasi secara langsung pada setiap perangkat.

Berikut tahapan cara kerja Mobile Device Management.

1. Mendaftarkan perangkat ke sistem MDM (Device Enrollment)  

Tahap pertama adalah mendaftarkan smartphone atau tablet ke platform MDM. Proses ini dikenal sebagai device enrollment dan bertujuan agar perangkat dapat dikenali serta dikelola oleh sistem. Metode pendaftaran bergantung pada jenis perangkat dan kepemilikannya. Misalnya, perangkat Android milik perusahaan dapat menggunakan Android Zero-touch Enrollment, sedangkan iPhone dan iPad dapat didaftarkan melalui Apple Business Manager. Untuk perangkat pribadi karyawan, perusahaan dapat menyediakan metode self-enrollment atau undangan pendaftaran. Melalui fitur device enrollment pada Mobile Device Manager Plus, tim IT dapat mendaftarkan perangkat secara individual maupun massal sesuai kebutuhan perusahaan.

2. Membuat dan menerapkan kebijakan perangkat (Policy Configuration)  

Setelah perangkat terdaftar, administrator menentukan konfigurasi dan kebijakan yang akan diterapkan.

Kebijakan tersebut biasanya dibuat melalui profil manajemen yang berisi sekumpulan pengaturan, misalnya persyaratan kata sandi, konfigurasi Wi-Fi, VPN, pembatasan fitur perangkat, serta pengaturan aplikasi.

Profil dapat diterapkan berdasarkan kelompok perangkat, departemen, atau kebutuhan pengguna. Sebagai contoh, perusahaan dapat menerapkan kebijakan berbeda untuk tablet operasional toko dan smartphone yang digunakan oleh tim penjualan.

3. Mendistribusikan konfigurasi dan aplikasi (Device Provisioning)  

Setelah kebijakan ditetapkan, sistem MDM mendistribusikan konfigurasi dan aplikasi yang diperlukan ke perangkat. Distribusi dilakukan melalui mekanisme manajemen yang didukung sistem operasi, seperti layanan push notification dan protokol pengelolaan perangkat. Perangkat kemudian menerima dan menjalankan perintah sesuai izin serta kemampuan manajemen yang tersedia. Di proses ini, tim IT dapat menyiapkan perangkat baru agar siap digunakan karyawan, termasuk mengatur akses jaringan, memasang aplikasi kerja, dan menerapkan konfigurasi keamanan.

4. Memantau perangkat dan kepatuhan kebijakan (Device Monitoring)  

Setelah perangkat aktif, sistem MDM membantu administrator memantau status perangkat yang dikelola.

Informasi yang dapat dipantau antara lain:

  • Model perangkat dan versi sistem operasi.

  • Aplikasi yang terinstal.

  • Status penerapan kebijakan keamanan.

  • Informasi penyimpanan dan kondisi perangkat yang tersedia.

  • Status enrollment dan konektivitas perangkat.

Melalui konsol MDM, administrator dapat mengidentifikasi perangkat yang belum memenuhi kebijakan perusahaan dan menentukan tindakan yang diperlukan, seperti memperbarui konfigurasi atau meminta pengguna melakukan pembaruan sistem operasi.

5. Melakukan tindakan dan pengelolaan lanjutan (Remote Management)  

Pengelolaan MDM tidak berhenti setelah perangkat selesai dikonfigurasi. Selama perangkat masih terdaftar, administrator dapat memperbarui kebijakan, mendistribusikan aplikasi baru, atau menjalankan perintah tertentu dari jarak jauh.

Sebagai contoh, ketika perangkat perusahaan hilang, administrator dapat mengirimkan perintah penguncian atau penghapusan data sesuai kemampuan perangkat dan jenis pengelolaannya.

Ketika karyawan keluar dari perusahaan, tim IT juga dapat melakukan device deprovisioning untuk menghentikan pengelolaan perangkat dan menghapus data kerja yang dikelola, sesuai kebijakan perusahaan. Di alur tersebut, MDM membantu tim IT mengelola perangkat sepanjang siklus penggunaannya, mulai dari pendaftaran awal, konfigurasi, pemantauan, hingga perangkat tidak lagi digunakan.

Apa Saja Manfaat Mobile Device Management (MDM) bagi Perusahaan?  

Penerapan Mobile Device Management (MDM) membantu perusahaan mengelola perangkat mobile secara lebih efisien sekaligus mengurangi risiko keamanan yang muncul dari penggunaan smartphone dan tablet untuk bekerja.

Manfaat MDM tidak hanya dirasakan oleh tim IT, tetapi juga oleh perusahaan secara keseluruhan, terutama ketika jumlah perangkat terus bertambah dan tersebar di berbagai lokasi.

Berikut beberapa manfaat utama MDM bagi perusahaan.

1. Mengurangi beban administrasi tim IT  

Mengelola ratusan perangkat secara manual membutuhkan banyak waktu, terutama untuk konfigurasi awal, instalasi aplikasi, dan pembaruan kebijakan keamanan.

Dengan MDM, administrator dapat menerapkan pengaturan ke banyak perangkat sekaligus melalui konsol terpusat. Proses seperti konfigurasi Wi-Fi, distribusi aplikasi, dan penerapan kebijakan tidak perlu dilakukan satu per satu.

Hal ini membantu tim IT mengurangi pekerjaan administratif berulang dan lebih fokus pada pemeliharaan serta keamanan infrastruktur IT perusahaan.

2. Meningkatkan keamanan perangkat dan data perusahaan  

Smartphone dan tablet yang digunakan untuk bekerja dapat menjadi titik masuk risiko keamanan, terutama jika perangkat tidak diperbarui, kehilangan perlindungan kata sandi, atau hilang saat digunakan di luar kantor.

MDM membantu perusahaan menerapkan standar keamanan yang konsisten, seperti persyaratan autentikasi, enkripsi, pembatasan fitur perangkat, dan pemeriksaan kepatuhan kebijakan. Jika perangkat hilang atau dicuri, administrator juga dapat melakukan tindakan jarak jauh yang didukung perangkat, termasuk menguncinya atau menghapus data yang dikelola perusahaan.

3. Mendukung kebijakan Bring Your Own Device (BYOD)  

Banyak perusahaan mengizinkan karyawan menggunakan perangkat pribadi untuk mengakses email, aplikasi, dan dokumen kerja. Kebijakan ini dikenal sebagai Bring Your Own Device (BYOD). Meskipun memberikan fleksibilitas, BYOD juga menimbulkan tantangan karena data perusahaan dan data pribadi berada pada perangkat yang sama. Perusahaan dapat menerapkan pengelolaan yang sesuai untuk perangkat pribadi. Pada platform yang mendukung, data dan aplikasi kerja dapat dipisahkan dari lingkungan pribadi, sehingga administrator dapat mengelola informasi perusahaan tanpa harus memiliki kendali penuh atas seluruh perangkat.

Pendekatan ini membantu perusahaan menjaga keamanan data sekaligus mempertimbangkan privasi karyawan.

4. Mempermudah pengelolaan perangkat di berbagai lokasi  

Perusahaan dengan banyak cabang atau tenaga kerja lapangan sering kali menghadapi kesulitan dalam mengelola perangkat yang tersebar secara geografis.

Contohnya, perusahaan logistik menggunakan smartphone untuk pengiriman barang, sementara perusahaan retail mengoperasikan tablet untuk transaksi dan inventaris di berbagai cabang. Melalui MDM, tim IT dapat mendistribusikan konfigurasi, memperbarui aplikasi, dan memeriksa status perangkat dari lokasi terpusat. Sebagian masalah juga dapat ditangani dari jarak jauh, bergantung pada kemampuan perangkat dan platform MDM yang digunakan.

Hal ini mengurangi kebutuhan penanganan langsung untuk aktivitas administrasi rutin dan membantu menjaga konsistensi operasional antar-cabang.

5. Meningkatkan visibilitas dan kontrol terhadap perangkat  

Tanpa inventaris yang terpusat, perusahaan dapat kesulitan mengetahui jumlah perangkat yang aktif, versi sistem operasi yang digunakan, atau perangkat mana yang belum memenuhi standar keamanan. MDM menyediakan informasi inventaris dan status perangkat melalui satu konsol manajemen. Tim IT dapat mengidentifikasi perangkat dengan konfigurasi yang tidak sesuai, sistem operasi lama, atau status pengelolaan yang memerlukan perhatian. Visibilitas ini membantu perusahaan merencanakan pembaruan perangkat, mengevaluasi kebutuhan operasional, dan mengambil tindakan terhadap potensi risiko keamanan.

6. Membantu memenuhi kebutuhan kepatuhan dan audit IT  

Perusahaan yang menangani informasi sensitif perlu memastikan bahwa perangkat yang mengakses data bisnis dikelola sesuai kebijakan keamanan internal dan persyaratan regulasi yang berlaku.

MDM dapat mendukung kebutuhan tersebut melalui penerapan kebijakan keamanan, inventaris perangkat, pemeriksaan status kepatuhan, serta laporan konfigurasi perangkat. Informasi ini dapat digunakan sebagai bagian dari dokumentasi kontrol keamanan dan proses audit IT. Namun, penggunaan MDM saja tidak otomatis menjamin kepatuhan terhadap regulasi karena perusahaan tetap membutuhkan kebijakan, prosedur, dan kontrol keamanan lainnya.

Bagi perusahaan di Indonesia, pengelolaan perangkat mobile juga dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan keamanan IT dalam menghadapi UU PDP, khususnya untuk melindungi data pribadi yang diakses melalui perangkat kerja.

Perbedaan MDM, EMM, dan UEM  

Dalam pengelolaan perangkat perusahaan, istilah Mobile Device Management (MDM) sering digunakan bersama Enterprise Mobility Management (EMM) dan Unified Endpoint Management (UEM). Ketiganya berkaitan dengan pengelolaan perangkat dan keamanan IT, tetapi memiliki cakupan yang berbeda.

Secara umum, MDM berfokus pada pengelolaan perangkat mobile, EMM mencakup pengelolaan mobilitas perusahaan yang lebih luas, sedangkan UEM menyatukan pengelolaan berbagai jenis endpoint dalam satu platform.

Apa perbedaan MDM, EMM, dan UEM?  

Aspek

MDM

EMM

UEM

Kepanjangan

Mobile Device Management

Enterprise Mobility Management

Unified Endpoint Management

Fokus utama

Pengelolaan dan keamanan perangkat mobile

Pengelolaan perangkat, aplikasi, dan data mobile

Pengelolaan berbagai jenis endpoint

Jenis perangkat

Smartphone dan tablet

Smartphone dan tablet, dengan cakupan pengelolaan mobilitas yang lebih luas

Smartphone, tablet, laptop, desktop, dan endpoint lainnya

Kemampuan utama

Enrollment, konfigurasi, kebijakan keamanan, remote management

MDM, pengelolaan aplikasi mobile, dan perlindungan informasi

Pengelolaan perangkat lintas platform, aplikasi, keamanan, dan kemampuan endpoint management lainnya

Penggunaan

Pengelolaan perangkat mobile perusahaan

Pengelolaan lingkungan kerja berbasis mobile

Pengelolaan endpoint perusahaan secara terpusat

Perlu diperhatikan bahwa batas antara MDM, EMM, dan UEM tidak selalu tegas. Software MDM modern dapat memiliki kemampuan yang sebelumnya lebih sering dikaitkan dengan EMM atau UEM, sehingga fitur yang tersedia tetap perlu diperiksa pada masing-masing solusi.

Kapan perusahaan membutuhkan MDM atau UEM?  

Jika perusahaan terutama perlu mengelola smartphone dan tablet, seperti perangkat Android untuk operasional toko atau iPhone milik karyawan, solusi MDM dapat memenuhi kebutuhan pengelolaan tersebut.

Namun, jika perusahaan juga perlu mengelola laptop, desktop, dan perangkat mobile melalui satu platform, UEM dapat menjadi pilihan yang lebih sesuai.

Solusi Unified Endpoint Management dari ManageEngine membantu tim IT mengelola berbagai jenis endpoint melalui satu konsol, termasuk pengelolaan perangkat, aplikasi, patch, dan kontrol keamanan.

Pemilihan antara MDM dan UEM sebaiknya mempertimbangkan jenis perangkat, kebutuhan keamanan, jumlah endpoint, serta kemampuan pengelolaan yang diperlukan perusahaan.

Bagaimana Memilih Software Mobile Device Management (MDM)?  

Memilih software Mobile Device Management (MDM) yang tepat perlu disesuaikan dengan jenis perangkat, jumlah pengguna, serta kebutuhan keamanan dan operasional perusahaan. Setiap solusi MDM dapat menawarkan fitur dan tingkat dukungan sistem operasi yang berbeda.

Berikut beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memilih solusi MDM untuk perusahaan.

1. Dukungan sistem operasi dan jenis perangkat  

Pastikan software MDM mendukung sistem operasi yang digunakan perusahaan, seperti Android, iOS, iPadOS, Windows, atau macOS.

Selain kompatibilitas sistem operasi, periksa juga dukungan untuk perangkat khusus seperti tablet kiosk, rugged device, dan perangkat bersama. Hal ini penting terutama bagi perusahaan yang menggunakan berbagai jenis perangkat untuk kebutuhan operasional.

2. Fitur keamanan dan pengelolaan perangkat  

Pilih solusi MDM yang menyediakan fitur keamanan sesuai kebutuhan perusahaan, seperti penerapan kebijakan kata sandi, pengelolaan aplikasi, pembatasan fitur perangkat, serta kemampuan remote lock dan remote wipe.

Perhatikan juga apakah software MDM mendukung pemisahan data kerja dan pribadi, terutama jika perusahaan menerapkan kebijakan Bring Your Own Device (BYOD).

3. Kemudahan deployment dan pengelolaan  

Software MDM sebaiknya mendukung proses pendaftaran perangkat yang efisien, terutama ketika perusahaan perlu mengelola ratusan hingga ribuan perangkat.

Fitur seperti automated enrollment, konfigurasi massal, dan penerapan kebijakan berdasarkan kelompok perangkat dapat membantu mengurangi pekerjaan administratif tim IT.

4. Skalabilitas dan integrasi sistem  

Kebutuhan pengelolaan perangkat dapat berkembang seiring pertumbuhan perusahaan. Karena itu, pertimbangkan kemampuan solusi MDM dalam menangani peningkatan jumlah perangkat dan pengguna.

Periksa juga dukungan integrasi dengan sistem yang sudah digunakan perusahaan, seperti direktori pengguna, layanan identitas, atau platform keamanan lainnya.

5. Biaya dan dukungan teknis  

Selain mempertimbangkan fitur, perusahaan perlu mengevaluasi model lisensi, biaya implementasi, serta dukungan teknis yang tersedia.

Beberapa software MDM menawarkan lisensi berdasarkan jumlah perangkat, sementara solusi lainnya memiliki pilihan edisi dan fitur yang berbeda.

Sebelum menentukan pilihan, perusahaan sebaiknya melakukan uji coba untuk memastikan software dapat memenuhi kebutuhan pengelolaan perangkat dan kebijakan keamanan yang berlaku.

Kesimpulan  

Mobile Device Management (MDM) membantu perusahaan mengelola, memantau, dan mengamankan perangkat mobile secara terpusat. Dengan MDM, tim IT dapat menyederhanakan konfigurasi perangkat, mengelola aplikasi, menerapkan kebijakan keamanan, serta melindungi data perusahaan.

Untuk mendukung kebutuhan tersebut, ManageEngine Mobile Device Manager Plus menyediakan solusi pengelolaan perangkat Android, iOS, iPadOS, Windows, macOS, dan ChromeOS melalui satu konsol.

Pelajari fitur-fiturnya dan coba Mobile Device Manager Plus secara gratis untuk mengetahui kesesuaiannya dengan kebutuhan perusahaan.

FAQ

Bagaimana MDM membantu meningkatkan keamanan data perusahaan?
Mobile Device Management (MDM) membantu perusahaan menjaga keamanan data dengan memberikan kontrol terpusat terhadap perangkat yang digunakan karyawan.
 Melalui MDM, administrator dapat menerapkan kebijakan keamanan seperti penggunaan kata sandi yang kuat, enkripsi data, pembatasan akses aplikasi tertentu, hingga penghapusan data jarak jauh (remote wipe) jika perangkat hilang atau dicuri. Dengan demikian, risiko kebocoran data perusahaan dapat diminimalkan.
Apa tantangan yang dapat diatasi dengan penerapan MDM?
MDM membantu mengatasi berbagai tantangan dalam pengelolaan perangkat kerja, seperti risiko kehilangan data, penggunaan perangkat yang tidak sesuai kebijakan perusahaan, kesulitan dalam distribusi aplikasi, serta kurangnya visibilitas terhadap kondisi dan keamanan perangkat yang digunakan karyawan. Dengan pengelolaan terpusat, perusahaan dapat meningkatkan keamanan sekaligus efisiensi operasional.
Apa saja device yang dikelola MDM?
MDM mendukung pengelolaan pada smartphone, tablet, laptop, desktop, TV, dan rugged device dengan berbagai macam sistem operasi seperti Android, iOS, iPadOS, tvOS, macOS, Windows, and Chrome OS.
Apakah MDM penting untuk BYOD?
Ya. Dalam lingkungan BYOD, perangkat pribadi karyawan juga mengakses data organisasi. Tanpa pengelolaan yang tepat, tim IT tidak memiliki kendali atas standar keamanan perangkat tersebut.
Apa perbedaan MDM dan UEM?
Perbedaan utamanya terletak pada cakupan pengelolaan. MDM berfokus pada perangkat mobile, mencakup manajemen perangkat dan aplikasi, enrollment, remote wiping, hingga geofencing. UEM memiliki cakupan yang lebih luas, mencakup seluruh endpoint dalam organisasi termasuk perangkat IoT, sekaligus menghadirkan kapabilitas tambahan seperti enkripsi data dan perlindungan ransomware.