Apa itu sistem ticketing IT?
IT ticketing adalah serangkaian proses yang membantu organisasi menangani insiden dan permintaan layanan secara efisien. Sistem ticketing IT berfungsi sebagai titik kontak utama antara end user dan penyedia layanan IT. Melalui solusi ini, tim service desk dapat mengumpulkan permintaan dukungan dari berbagai kanal, mengubahnya menjadi tiket, lalu menyimpan dan mengelolanya secara terpusat.
Bagaimana sistem ticketing bekerja?
Mari pahami cara kerja sistem ticketing IT melalui contoh kasus sederhana. Seorang karyawan di Zylker, perusahaan layanan keuangan fiktif, mengalami masalah pada kredensial VPN yang mengganggu pekerjaannya. Ia kemudian mengirim email kepada sysadmin dengan subjek "VPN issues".
Langkah 1: Mencatat dan melakukan triage tiket
Tim service desk menggunakan sistem ticketing yang secara otomatis mengubah email yang masuk ke alamat sysadmin menjadi tiket insiden. Setelah itu, tim melakukan triage untuk menentukan tingkat prioritas tiket tersebut.
Sebagian besar solusi ticketing menyediakan priority matrix yang membantu menentukan prioritas tiket berdasarkan parameter tertentu. Sebagai contoh, ManageEngine ServiceDesk Plus menyediakan fitur priority matrix untuk menetapkan prioritas tiket secara sistematis. Selain itu, ServiceDesk Plus juga memanfaatkan AI prediktif untuk memprioritaskan tiket secara lebih cerdas berdasarkan data historis tiket sebelumnya.
Gambar 2: Tiket yang dibuat secara otomatis dari email masuk di ServiceDesk PlusLangkah 2: Mengarahkan tiket ke teknisi yang tepat
Setelah tiket dikategorikan dan diprioritaskan oleh sistem, tiket akan dialihkan pada support agent yang tersedia untuk melakukan troubleshooting. Melalui sistem ini juga, tiket dapat disesuaikan berdasarkan parameter tiket, atau beban kerja dan ketersediaan teknisi. Fitur automasi dan auto-assign teknisi membantu mengarahkan tiket ke teknisi yang tepat menggunakan algoritma seperti round robin (rotasi) & load balancing (penyeimbangan beban) sehingga distribusi tiket menjadi lebih merata dan efisien.
Gambar 3: Priority matrix pada ServiceDesk PlusLangkah 3: Gunakan batas waktu penyelesaian yang ditetapkan dalam SLA
Sistem tiket menerapkan service level agreement (SLA) yang tepat pada tiket berdasarkan aturan otomatisasi yang telah ditentukan sebelumnya. SLA adalah kesepakatan antara penyedia layanan dan user yang menentukan sasaran penyampaian layanan serta mekanisme eskalasi jika terjadi pelanggaran. Layanan dan workflow insiden yang berbeda memiliki target SLA yang bervariasi, dan sangat penting untuk membuat SLA yang spesifik untuk setiap layanan. SLA Anda berfungi sebagai benchmark yang digunakan oleh tim service desk untuk mengevaluasi KPI dan metrik lainnya. ServiceDesk Plus yang merupakan sistem tiket modern juga menawarkan kemampuan eskalasi proaktif otomatis yang membantu Anda menghindari pelanggaran SLA.
Gambar 4: Aturan penugasan teknisi di ServiceDesk Plus membantu menyeimbangkan
antrean tiket dan ketersediaan teknisi dengan optimalSetelah ditugaskan, teknisi akan menangani tiket tersebut untuk menyelesaikannya sesuai dengan ketentuan SLA yang ditetapkan. Jika diperlukan, mereka dapat meneruskan tiket tersebut ke tim dukungan spesialis untuk diselesaikan. Teknisi akan menghubungi karyawan melalui sistem tiket dan meminta informasi lebih lanjut mengenai masalah tersebut.
Gambar 5: Otomatisasi SLA dan aturan eskalasi di ServiceDesk PlusLangkah 4: Pastikan end-user dan stakeholder lainnya tetap mendapat informasi terbaru
Sementara itu, selama life cycle ini karyawan akan secara otomatis mendapat pemberitahuan mengenai semua pembaruan pada tiket mereka. Mereka juga dapat memantau perkembangan tiket tersebut dari dalam portal self-service.
Gambar 6: Pada ServiceDesk Plus, portal self-service telah terintegrasiLangkah 5: Menyelesaikan tiket dan memantau user experience
Setelah menerima informasi yang cukup mengenai masalah tersebut, teknisi mengidentifikasi solusi atau langkah sementara yang tepat, lalu menginformasikannya kepada karyawan. Setelah masalah terselesaikan, teknisi akan menutup tiket dan mengirimkan survei untuk mengevaluasi efektivitas penyelesaian masalah serta pengalaman karyawan dalam menggunakan sistem tiket.
Gambar 7: Formulir survei kepuasan pengguna pada ServiceDesk PlusData yang dikumpulkan dari survei ini digunakan untuk menyusun laporan terperinci dan dasbor yang memberikan insight mendalam mengenai kinerja tim service desk IT. Terlebih lagi, administrator IT dapat memanfaatkan insight ini untuk mengambil keputusan berdasarkan data dan menyusun strategi layanan dukungan yang lebih baik. Tim teknis dapat menelusuri tiket mulai dari pembuatan hingga penyelesaian.
Gambar 8: Life cycle tiket