Network disaster recovery plan adalah serangkaian kebijakan untuk membantu Anda mengembalikan seluruh operasi jaringan organisasi setelah terjadi network disaster. Network disaster bisa berupa penurunan performa hingga pemadaman total jaringan. Meskipun sebagian besar network disaster disebabkan oleh human error, halaman ini akan mencantumkan beberapa sumber umum dari network disaster, dan bagaimana Network Configuration Manager berperan sebagai tool recovery network disaster untuk membantu menyelesaikannya.
Organisasi sering mengalokasikan dana besar untuk menyediakan bandwidth dalam jumlah memadai yang dibagi untuk semua pengguna dalam jaringan. Namun, jika satu user menggunakan bandwidth secara berlebihan pada jaringan tertentu, hal ini bisa berdampak pada seluruh jaringan. Situasi seperti ini akan membuat user lain di jaringan mengalami lag dan mengakibatkan penurunan performa.
Network disaster recovery bisa membatasi penggunaan bandwidth menggunakan configlet access control list (ACL) di Network Configuration Management. Dengan configlet ini, Anda dapat menetapkan batas konsumsi bandwidth untuk user tertentu atau bahkan memblokir akses mereka sepenuhnya ke jaringan.

Terdapat berbagai standar industri terkait jaringan yang harus dipatuhi, seperti CIS, SOX, HIPAA, dan PCI DSS. Setiap standar ini memiliki rangkaian peraturan tertentu yang wajib diikuti oleh organisasi Anda. Melanggar salah satu dari aturan ini dapat menyebabkan vulnerability jaringan yang mengarah pada network disaster.
Mari kita ambil contoh perusahaan yang menggunakan TELNET. TELNET adalah protokol komunikasi yang tidak lagi direkomendasikan oleh industri jaringan karena alasan keamanan. Semua komunikasi yang terjadi lewat TELNET tidak terenkripsi, sehingga berisiko menyebabkan kebocoran data. Dengan menjalankan configlet di Network Configuration Manager, Anda dapat memeriksa apakah TELNET diaktifkan. Jika protokol ini diaktifkan, Network Configuration Manager secara otomatis memberi admin notifikasi sehingga pelanggaran dapat diperbaiki. Network Configuration Manager juga mempercepat proses perbaikan dengan membuat setiap aturan kepatuhan untuk dapat dikaitkan dengan configlet perbaikan. Admin dapat secara instan memperbaiki pelanggaran cukup dengan menjalankan configlet perbaikan.

Infrastruktur jaringan sangat rentan terhadap kesalahan manusia, terutama karena banyaknya perubahan yang dilakukan secara manual. Kesalahan ini membuka celah keamanan pada jaringan yang berpotensi menyebabkan network disaster. Mematikan interface adalah salah satu kesalahan yang umum. User yang mematikan interface dapat membuat sekelompok perangkat tidak bisa diakses oleh semua user lain dalam jaringan.
Pengawasan terhadap perubahan infrastruktur jaringan dapat dilakukan dengan role-based access control (RBAC) dan notifikasi perubahan yang tersedia di Network Configuration Manager. Dengan role-based access control, setiap user diberikan peran yang menentukan perangkat mana yang dapat mereka akses. Dengan Network Configuration Manager, Anda dapat menetapkan peran sebagai operator atau admin ke user. Admin mempunyai akses penuh ke semua perangkat dalam jaringan, sedangkan operator harus meminta persetujuan admin setiap kali mereka mencoba mengubah konfigurasi. Setelah perubahan diproses, operator akan menerima notifikasi status upload konfigurasi tersebut.
Network Configuration Manager juga dilengkapi dengan mekanisme rollback untuk membatalkan perubahan konfigurasi yang mengganggu performa jaringan. Mekanisme rollback membantu Anda menjaga keberlangsungan bisnis.

Meskipun admin jaringan sering membuat perubahan pada perangkat jaringan, penting untuk memastikan bahwa setiap perubahan tersebut juga diterapkan pada konfigurasi startup perangkat. Jika tidak, ketidaksesuaian ini akan menyebabkan konflik konfigurasi startup-running dan perubahan akan hilang saat perangkat dimatikan. Jika perubahan tersebut yang bersifat mission-critical berhubungan dengan keamanan, kehilangan konfigurasi ini dapat mengarah pada network disaster.
Network Configuration Manager memberi admin tampilan terpusat untuk semua perangkat yang mengalami konflik startup-running. Konflik ini dapat diperbaiki dengan menggunakan Network Configuration Manager untuk menyinkronkan konfigurasi startup dan running pada perangkat. Admin juga dapat menjadwalkan sinkronisasi konfigurasi secara otomatis, baik bulanan, mingguan, harian, atau hanya sekali.

Kegagalan hardware dapat menyebabkan kerusakan jaringan seperti miskonfigurasi. Oleh karena itu, pemeriksaan berkala komponen hardware Anda sangat penting untuk menjaga keberlangsungan jaringan. Anda perlu memeriksa status end of sale, end of support, dan end of life secara berkala. Sebab, menggunakan perangkat yang sudah melewati masa EOL/EOS memiliki risiko malfungsi atau kegagalan yang lebih tinggi.
Network Configuration Manager dapat membantu pemulihan jaringan dengan repositori backup konfigurasi perangkat. Repositori ini dibangun dari waktu ke waktu melalui backup terjadwal, baik otomatis maupun manual. Saat terjadi network outage akibat hardware yang rusak, Anda bisa mengganti perangkat tersebut dengan perangkat yang identik dan mengupload konfigurasi lama dari repositori ke perangkat baru. Dengan begitu, semua fungsi jaringan dapat dikembalikan dengan cepat.

Network disaster recovery plan harus memiliki elemen berikut untuk menjamin recovery yang efisien pada seluruh fungsi jaringan Anda:
1. Backup: Lakukan backup jaringan secara berkala menggunakan network disaster recovery agar Anda memiliki repositori versi konfigurasi perangkat yang tepercaya.
2. Role based access control: Tetapkan peran user untuk memastikan tidak ada perubahan atau upload konfigurasi yang tidak sah dibuat pada perangkat jaringan Anda.
3. Rollback perubahan: Terapkan mekanisme rollback ke versi tepercaya untuk mempercepat proses restore jaringan saat terjadi miskonfigurasi.
4. Kepatuhan: Lakukan audit kepatuhan rutin untuk memastikan Anda taat pada standar industri dan meningkatkan keamanan jaringan.
5. Configlet: Gunakan configlet (template konfigurasi yang dapat dijalankan) untuk menjalankan tugas konfigurasi secara massal.
Network Configuration Manager (NCM) dari ManageEngine adalah solusi andal yang didesain untuk membantu organisasi menyederhanakan manajemen konfigurasi jaringan dan memperkuat proses recovery disaster. Fiturnya yang canggih dan desain yang berfokus pada user, membuatnya menjadi pilihan tepat untuk memastikan keberlangsungan operasional bisnis saat terjadi gangguan jaringan tak terduga.
NCM menyederhanakan proses recovery disaster dengan mengaktifkan backup konfigurasi otomatis maupun sesuai permintaan untuk semua perangkat jaringan. backup ini memastikan konfigurasi terbaru selalu tersedia, sehingga mengurangi downtime dan menyederhanakan proses pemulihan. Fitur backup terjadwal dan penyimpanan yang aman membantu mengurangi risiko kehilangan pengaturan konfigurasi penting akibat kejadian tak terduga.
Aspek unik dari NCM adalah kemampuannya untuk memantau perubahan konfigurasi secara real-time. Setiap modifikasi yang tidak sah langsung diberitahukan kepada admin, sehingga memungkinkan mereka mengambil tindakan yang tepat dengan cepat. Monitoring proaktif ini mengurangi kemungkinan error konfigurasi yang dapat memperbesar masalah jaringan.
NCM dilengkapi built-in tool untuk memverifikasi konfigurasi jaringan terhadap regulasi industri dan kebijakan internal. Ini memastikan semua perangkat tetap patuh dan aman, mengurangi vulnerability yang dapat menghambat proses recovery. Audit kepatuhan secara rutin dan laporan mendetailnya memberikan insight tentang penyimpangan, sehingga tim dapat menanganinya dengan tepat.
Tool ini mengidentifikasi perangkat dengan firmware yang outdated atau vulnerable, menawarkan insight tentang potensi resiko keamanan. NCM menyediakan informasi vulnerability mendetail dan link ke patch, memungkinkan proses perbaikan yang cepat. Fitur ini juga memastikan perangkat tetap up-to-date dan lebih kuat dalam menghadapi ancaman, meningkatkan ketahanan jaringan secara keseluruhan.
Untuk menjaga keamanan ketat ketika recovery disaster, NCM menerapkan role-based access control. Pendekatan ini membatasi akses ke konfigurasi berdasarkan peran user, memastikan hanya personel berwenang yang dapat melakukan perubahan. Dengan demikian, modifikasi tidak sah atau tidak disengaja saat proses recovery dapat dicegah.
NCM dari ManageEngine dilengkapi dengan “configlets,” script reusable yang mengotomatisasi tugas konfigurasi pada banyak perangkat. Script ini memungkinkan admin untuk menerapkan update dengan cepat, rollback perubahan, atau menyeragamkan konfigurasi selama recovery. Otomatisasi ini secara signifikan mengurangi error manual dan mempercepat proses recovery jaringan agar dapat online kembali.
Berbeda dari tool lainnya, NCM menggabungkan semua fitur penting mulai dari backup otomatis, pemeriksaan kepatuhan, manajemen vulnerability, hingga otomatisasi—dalam satu platform terpadu. Interface yang ramah user, laporan mendetail, dan alert real-time memberikan visibilitas dan kendali penuh atas konfigurasi jaringan. Hal ini menjadikan NCM bukan hanya tool recovery disaster, tetapi juga solusi menyeluruh untuk pengelolaan konfigurasi jaringan yang berkelanjutan.
Dengan memadukan otomatisasi, keamanan, dan monitoring proaktif, Network Configuration Manager dari ManageEngine mendukung organisasi untuk melakukan recovery dari gangguan dengan cepat dan menjaga operasional jaringan tetap berjalan tanpa hambatan. NCM memastikan jaringan Anda siap menghadapi hal yang tidak terduga, meminimalkan downtime, dan melindungi layanan bisnis yang penting.
Siap lindungi jaringan Anda dari potensi network disaster? Coba Network Configuration Manager secara gratis, atau jadwalkan demo gratis yang dipersonalisasi hari ini, dan mulai hanya dalam hitungan menit.